- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dubes Uni Eropa untuk Asea...
Dubes Uni Eropa untuk Asean: Menangani Perubahan Iklim Adalah Usaha Sangat Besar
Selasa, 29 Okt 2024, 00:03 WIBJakarta - Duta Besar Uni Eropa untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) Sujiro Seam menyatakan upaya untuk menangani perubahan iklim membutuhkan usaha yang sangat besar.
"Anda tahu, menangani perubahan iklim merupakan usaha yang sangat, sangat besar," kata Dubes Sujiro di sela-sela acara Pekan Diplomasi Hijau di Jakarta, Minggu (27/10).
Dia mengatakan bahwa dalam upaya mengatasi perubahan iklim, salah satu yang dilakukan Uni Eropa adalah dengan memiliki undang-undang perubahan iklim, yang merupakan komitmen yang mengikat secara hukum untuk mencapai netralitas karbon, dan emisi nol bersih pada 2050.
Selain menetapkan target, Uni Eropa juga mengadopsi aturan yang akan memperlakukan kewajiban yang mengikat secara hukum pada semua sektor yang berkontribusi terhadap emisi karbon.
Aturan-aturan tersebut mencakup aturan tentang energi terbarukan, aturan tentang penggunaan teknologi baru untuk memudahkan transportasi agar lebih efisien, aturan tentang manufaktur, hingga aturan tentang pertanian.
"Untuk setiap sektor yang berkontribusi terhadap emisi karbon, kami mencoba memberlakukan aturan untuk memastikan emisinya berkurang seiring berjalannya waktu," kata dia.
Melalui aturan-aturan tersebut, Uni Eropa ingin memastikan bahwa mereka secara kolektif dapat mencapai tujuan netralitas karbon, dan emisi nol bersih pada 2050.
Sementara itu, Pekan Diplomasi Hijau yang digelar Uni Eropa di Jakarta juga bagian dari upaya mereka untuk mewujudkan target mereka.
Dalam acara yang diselenggarakan dengan peluncuran edisi kedua jalan santai dan lari dinamis sepanjang 5 KM di sepanjang Jalan Sudirman-Senayan tersebut, Uni Eropa mendorong aksi-aksi berkelanjutan untuk mengatasi perubahan iklim.
"Jadi, ini adalah simbol tentang apa yang dapat dilakukan oleh setiap orang dari kita dalam perilaku sehari-hari untuk membuat dampak yang signifikan bagi planet ini," katanya.
"Jadi, kita dapat berlari atau berjalan kaki ke kantor alih-alih mengemudi. Saat kita melihat lampu menyala, kita dapat mematikannya. Saat kita melihat sampah di lantai, kita dapat memungutnya. Jika cuaca panas, kita dapat mengenakan pakaian yang lebih santai alih-alih menyalakan AC. Jadi, ini untuk mendorong perilaku yang berkelanjutan," kata dia lebih lanjut.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
-
Pemkot Kembali Gelar Bulan Belanja Bandung 2026
-
Kurangi Bahan Bakar Fosil, Asean Gandeng Kanada Genjot Energi Terbarukan
-
Diskon Tumbler Estetik di Jakarta Fair 2026, Lock n Lock Obral Potongan hingga 85 Persen
-
Kalbar Siapkan Temajuk Jadi Gerbang Wisata Perbatasan yang Mendunia
-
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, Targetkan 20 Ribu Peserta
-
Mendorong Prestasi 23 Peserta MTQ Tingkat Provinsi NTT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.