Bikin Macet, Pelukan Perpisahan di Bandara Ini Maksimal Tiga Menit!

Minggu, 27 Okt 2024, 12:12 WIB

DUNEDIN - Sebuah bandara di Selandia Baru, telah memberlakukan batasan tiga menit untuk pelukan perpisahan.

Dilansir dari Al Jazeera, CEO bandara Dunedin, Dan De Bono, mengatakan pada hari Selasa (22/10), bahwa peraturan baru tersebut diberlakukan mulai bulan September untuk menjaga agar semuanya berjalan lancar. "Langkah tersebut dirancang untuk mencegah orang berpelukan lama yang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas di pusat transportasi provinsi tersebut."

Ket. Foto: Berpelukan selama 20 detik saja sudah cukup untuk melepaskan hormon peningkat kesejahteraan, oksitosin dan serotonin. — Sumber: Istimewa

Sebuah tanda yang baru-baru ini dipasang di area bandara yang dikhususkan untuk menurunkan penumpang bertuliskan "Waktu berpelukan maksimal tiga menit". Mereka yang ingin "berpisah dengan hangat" sebaiknya menuju ke tempat parkir mobil bandara, sarannya.

Pembatasan tersebut telah memecah belah pengguna media sosial, kata De Bono, dengan gambar-gambarnya menjadi viral di internet.

"Kami dituduh melanggar hak asasi manusia dan beraninya kami membatasi durasi seseorang boleh berpelukan," kata CEO tersebut kepada kantor berita The Associated Press.

Ia menegaskan bahwa pihak lain menyambut baik perubahan tersebut.

Batasan ini dimaksudkan sebagai pengganti tindakan yang digunakan di bandara lain yang memperingatkan tentang penjepitan roda atau denda bagi pengemudi yang parkir di area penurunan penumpang. Beberapa bandara di Inggris mengenakan biaya untuk semua penurunan penumpang, meskipun hanya sebentar.

De Bono mengatakan bandara Dunedin, terminal sederhana yang melayani kota berpenduduk 135.000 orang di Pulau Selatan Selandia Baru, mengambil rute yang "aneh".

"Tiga menit adalah waktu yang cukup untuk berhenti, mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang Anda cintai, dan melanjutkan hidup", katanya.

"Batas waktu sebenarnya adalah cara yang lebih baik untuk mengatakan, Anda tahu, lanjutkan saja."

CEO tersebut mengatakan, pelukan selama 20 detik saja sudah cukup untuk melepaskan hormon peningkat kesejahteraan, oksitosin dan serotonin.

"Ada yang lebih lama? "Benar-benar canggung," katanya.

Akan tetapi, batasan waktu yang baru tidak akan diberlakukan secara ketat, selain hanya memberi tahu orang-orang untuk pindah ke tempat parkir.

"Kami tidak punya polisi pelukan," kata De Bono.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.