Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penataan Kawasan Puncak Dituntaskan

📅 Senin, 21 Okt 2024, 03:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penataan Kawasan Puncak Dituntaskan Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

BOGOR - Penataan kawasan wisata Puncak akan dituntaskan. Penuntasan akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, di Cibinong, Sabtu, mengungkapkan penataan Puncak akan terus dilanjutkan baik itu penghijauan maupun pemagaran lahan. Penataan lainnya, berupa pembangunan penerangan jalan umum (PJU) dan pembuatan plang.

Selanjutnya, penertiban dan penegakan hukum. Hal ini khususnya terkait para pedagang yang kembali berjualan di pinggir jalan.

Ini bisa dilihat di Warpat dan eks pembongkaran bangunan liar lainnya. "Ini harus ditertibkan melalui penegakan hukum," tandas Ajat.

Ajat menyebutkan, Pemkab Bogor dan Kemen-PUPR mendesain fasilitas penunjang dan perluasan rest area Puncak. Tujuannya, untuk memberikan fasilitas yang maksimal bagi para pedagang yang telah direlokasi di sepanjang jalur Puncak.

"Kami juga berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Puncak," harap Ajat. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk memastikan kawasan Puncak menjadi destinasi wisata yang nyaman dan tertata baik.

Sementara itu, perwakilan Kemen-PUPR, Indah Saswati, menyampaikan saat ini tengah memproses konsep desain atau perencanaan kawasan Puncak.

Menurutnya, ada langkah yang akan ditempuh, di antaranya, mengembalikan dan memperkuat keamanan fungsi jalannya. Kemudian, mendesain konsep optimalisasi pengembangan rest area puncak.

Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya melakukan penataan kawasan wisata Puncak. Ini diawali dengan pemindahan pedagang kaki lima (PKL) ke Rest Area Gunung Mas pada Senin (24/7).

Dalam penertiban lapak pedagang, Pemkab Bogor meratakan 329 bangunan di sepanjang Jalur Puncak. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.