Berikut Tiga Capaian Terbaik Kinerja Budi Karya Sumadi
Minggu, 20 Okt 2024, 18:58 WIBJAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan tiga hal yang menurutnya menjadi capaian terbaik selama menjabat sebagai Menteri Perhubungan.
Ketiga hal tersebut disampaikan Menhub dalam acara diskusi dan perilisan penjualan buku biografi "BKS: Dari Underdog Jadi Menteri", di Jakarta, Sabtu (19/10).
Capaian pertama, pelaksanakan mudik. Menhub mengatakan, pelaksanaan mudik selalu menjadi tantangan. Terlebih ketika mudik setelah pandemi Covid-19 usai.
"Pada saat mudik kembali dibuka tanpa syarat apa-apa, dan kami survei dibantu surveyor, hasilnya 195 juta orang akan mudik. Bagaimana itu mengaturnya? Tapi Alhamdulillah kepuasannya tinggi dan itu dinyatakan suatu lembaga survei," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Kedua, terkait Flight Information Region (FIR) atau Penyesuaian Area Layanan Navigasi Penerbangan antara Indonesia dengan Singapura. Menurut Menhub, hal tersebut patut disyukuri. Sebab, perjalanan negosiasi FIR dengan Singapura telah dimulai sejak 1995, hingga akhirnya tercipta kesepakatan pada 2022.
"Saya merasa kerja tim dari Kemenhub luar biasa, karena hampir 100 kali pertemuan dengan Singapura dan memakan waktu hampir tiga tahun akhirnya berhasil. Bayangkan, 10% wilayah Indonesia dikuasai negara lain. Sehingga jika kita mau ke Batam, yang mengatur Singapura dan kita bayar," ucap Menhub.
Ketiga, terkait angkutan massal modern seperti MRT dan kereta cepat. Menhub mengatakan, sepuluh tahun terakhir pembangunan transportasi perkotaan relatif naik. Harapannya, ke depan semakin banyak kota-kota yang memiliki transportasi modern.
"Jakarta sebagai pelopor sudah melakukan banyak hal. Hampir 30% masyarakat Jakarta pakai angkutan massal. Yang membahagiakan, pemda-pemda terpacu melakukan ini. Sayang fiskalnya belum mungkin. Mudah-mudahan angkutan modern seperti di Jakarta, semakin banyak dibuat di tempat lain," sebut Budi.
Pada kesempatan ini juga, Menhub menceritakan awal mula munculnya ide pembuatan buku biografinya yang ditulis Ninok Leksono tersebut.
"Saya akhirnya membuat buku ini setelah lima tahun terakhir diminta oleh banyak pihak untuk menulis dan dituliskan buku. Saya pikir saya kok belum pantas untuk membuat buku. Mengapa akhirnya saya mau membuat buku ini? Adalah istri dan anak saya yang meminta," tuturnya.
Menhub berharap, buku yang berisi kisah hidupnya sejak kecil, sekolah, kuliah, bekerja, hingga menjadi menteri tersebut dapat bermakna bagi pembaca.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Tiongkok akan Bekerja Sama dengan AS untuk Pangkas Tarif Perdagangan
-
Miliki Karakter Khas, Beras Sigupay Abdya Didorong Kemenkum Aceh Didaftarkan Hak Merek Kolektif
-
Ajang Lari Sky Fun Run 2026: Pengalaman Lari di Atas Jalur Bus Rapid Transit, Daftar di Aplikasi TJ: Transjakarta!
-
Menteri PPPA Ungkap Perlindungan Anak di Ruang Daring Harus Jadi Prioritas Bersama
-
Ada yang Tahu Jumlah Cagar Budaya Secara Nasional?
-
Pemkot Tangerang Berkolaborasi dengan Masyarakat Gelar Aksi Bersihkan Sungai demi Cegah Banjir
-
Bank Sampah Jadi Solusi Kebersihan dan Tambahan Penghasilan Warga Bengkulu.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.