Perkuat Ketahanan Pangan, 5.134 Pompa Terdistribusi Bantu Pengairan Pertanian di Jateng

Selasa, 15 Okt 2024, 00:06 WIB

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan sebanyak 5.134 pompa bantuan pemerintah pusat telah terdistribusi untuk membantu pengairan lahan pertanian di wilayah tersebut.

Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana, di Semarang, Senin, mengatakan bahwa penggunaan bantuan pompanisasi tersebut saat ini telah mencapai 93 persen.

Menurut dia, bantuan pompanisasi tersebut sangat membantu upaya peningkatan produksi pertanian di Jateng.

Hal tersebut disampaikansaat Rapat Koordinasi Wilayah se-Jateng untuk Pengamanan Produksi dan Percepatan Pertanaman Padi di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng.

Ia mengatakan bahwa Pemprov Jateng berkomitmen merealisasikan capaian luas tambah tanam (LTT) padi di wilayahnya.

Pada September 2024, LTT di Jateng mencapai seluas 65.140 hektare, sedangkan pada Oktober ini, capaiannya didorong hingga 105.000-110.000 ha.

"Di bulan Oktober ini kami sanggup mencapai 105.000-110.000 ha. Jadi kami upayakan untuk terus mendekati target yang ditentukan oleh Kementerian Pertanian," katanya.

Akselerasi tersebut, lanjut dia, memang harus dilakukan, mengingat Jateng menjadi tumpuan pangan nasional bersama Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Oleh karena itu, ia meminta para kepala dinas di tingkat kabupaten/kota agar lebih optimal dalam merealisasikan LTT.

"Selama ini Jateng dianggap sudah mampu untuk terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas padi. Tetapi masih ada yang akan kami tingkatkan, khususnya dengan perluasan tanam padi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng Supriyanto menambahkan bahwa kebutuhan beras di Jateng sekitar 340.000-345.000 ton per bulan.

Artinya, dalam sebulan harus panen minimal di lahan 100.000 hektare, dengan rata-rata produksi 5,5 sampai 5,6 ton per ha.

"Artinya, didapat antara 550.000 sampai 560.000 ton gabah kering giling. Kalau dikonversi ke beras 62,74 persen, ketemu angka 345.000 ton. Itu aman satu bulan," katanya.

Ditambahkannya, berdasarkan ramalan BMKG, pada pertengahan Oktober ini akan turun hujan sehingga kondisi cuaca tersebut harus dioptimalkan agar luasan tanam tercapai.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.