Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Sekali, WWF Sebut Populasi Margasatwa di Afrika Susut 76 Persen dalam 50 Tahun

📅 Senin, 14 Okt 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak Sekali, WWF Sebut Populasi Margasatwa di Afrika Susut 76 Persen dalam 50 Tahun Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Populasi spesies margasatwa ikonis di Afrika, termasuk mamalia, reptil, ikan, amfibi, dan burung, telah menyusut 76 persen dalam 50 tahun terakhir, kata kelompok konservasi margasatwa dalam sebuah laporan yang dirilis pada Jumat (11/10) di Nairobi, ibu kota Kenya.

Nairobi - Populasi spesies margasatwa ikonis di Afrika, termasuk mamalia, reptil, ikan, amfibi, dan burung, telah menyusut 76 persen dalam 50 tahun terakhir, kata kelompok konservasi margasatwa dalam sebuah laporan yang dirilis pada Jumat (11/10) di Nairobi, ibu kota Kenya.

World Wide Fund for Nature Kenya (WWF-Kenya), dalam Living Planet Report 2024, menyebut degradasi dan hilangnya habitat, eksploitasi berlebihan, perubahan iklim, polusi, spesies invasif, dan penyakit sebagai penyebab utama penurunan populasi margasatwa di benua itu selama periode 1970 hingga 2020.

"Tren yang mengkhawatirkan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk melakukan tindakan transformatif demi melindungi ekosistem alami Afrika dan mata pencaharian yang bergantung pada ekosistem tersebut," demikian disampaikan dalam edisi ke-15 laporan tersebut.

Edisi tahun ini mengungkapkan bahwa ekosistem air tawar mengalami penyusutan terbesar, yakni mencapai 85 persen. Sementara itu, spesies darat dan laut masing-masing mengalami penyusutan sebesar 69 persen dan 56 persen.

Laporan ini memperingatkan bahwa penurunan cepat populasi margasatwa bisa mengarah pada kepunahan, yang berpotensi mengganggu ekosistem dan menghilangkan sumber mata pencaharian utama masyarakat Afrika.

Laporan ini menunjukkan bahwa jika negara-negara Afrika mencapai target alam, iklim, dan pembangunan berkelanjutan, mereka akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk membalikkan penurunan populasi satwa liar.

Laporan tersebut menyatakan bahwa untuk menstabilkan populasi margasatwa di benua ini, diperlukan perubahan sistemik dalam model produksi dan konsumsi. Selain itu, investasi dalam upaya konservasi yang dipimpin oleh komunitas juga sangat penting.

Laporan ini mendesak pemerintah negara-negara di Afrika, industri, dan mitra bilateral untuk memperluas ekosistem darat dan laut yang dilindungi. Hal ini bertujuan agar spesies satwa liar yang karismatik dapat berkembang dengan baik.

Mohamed Awer, kepala eksekutif di WWF-Kenya, mengatakan pemulihan alam, peningkatan aksi terhadap krisis iklim, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan akan menjadi kunci untuk membalikkan tren penyusutan margasatwa Afrika.

Awer mengatakan pendekatan yang melibatkan seluruh masyarakat yang berfokus pada mobilisasi sumber daya dan pemberdayaan masyarakat akan membantu mencegah penyusutan atau kepunahan spesies-spesies langka.

Jackson Kiplagat, kepala program konservasi di WWF-Kenya, mengatakan spesies ikonis seperti singa Afrika, gajah Afrika, dan badak hitam terancam punah.

Dia juga menuturkan bahwa upaya konservasi yang kuat akan membantu menstabilkan populasi spesies-spesies tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.