Blinken: Asia Khawatir dengan Meluasnya Konflik di Timur Tengah

Sabtu, 12 Okt 2024, 09:52 WIB

VIENTIANE - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada hari Jumat (11/10) ada kekhawatiran yang mendalam di Asia tentang prospek konflik yang menyebar di Timur Tengah. Sementara Sekjen PBB menyerukan segala kemungkinan untuk dilakukan guna menghindari "perang habis-habisan" di Lebanon.

Konflik di Timur Tengah menjadi isu utama selama KTT ASEAN hari Jumat di Laos, di mana Blinken mengatakan Washington berdedikasi menggunakan diplomasi untuk mencoba mengendalikan situasi dalam menghadapi apa yang disebutnya poros perlawanan yang dipimpin Iran.

Ket. Foto: Menlu AS Antony Blinken berbicara di KTT ASEAN-AS di Vientiane, Laos, Jumat 11 Oktober 2024. — Sumber: CNA/Tang Chhin Sothy/Pool via AP

"Fokus kuat Amerika Serikat, yang telah terjadi selama setahun terakhir ... (adalah) mencegah konflik ini menyebar. Dan kami berupaya keras untuk itu setiap hari," kata Blinken dalam konferensi pers.

"Kami bekerja keras melalui pencegahan dan diplomasi untuk mencegah hal itu terjadi. Jelas juga ada kekhawatiran mendalam yang kami rasakan tentang penderitaan anak-anak, perempuan, dan laki-laki di Gaza."

AS telah menekankan kepada Israel pentingnya memenuhi kebutuhan kemanusiaan masyarakat di Gaza, kata Blinken. Ia menambahkan, merupakan kepentingan Israel orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat permusuhan di Lebanon dapat kembali.

Pertemuan puncak tahunan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) juga mencakup pertemuan dengan para pemimpin dan diplomat tinggi dari India, Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Russia, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru, serta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres.

Diskusi hari Jumat mencakup perang di Ukraina, perang saudara Myanmar, perubahan iklim, ketegangan di Selat Taiwan, dan kekhawatiran tentang konfrontasi di Laut Tiongkok Selatan, jalur utama perdagangan kapal senilai setidaknya US$3 triliun setiap tahunnya.

Eskalasi demi Eskalasi

Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk serangan pasukan Israel terhadap menara pengawas yang melukai dua pembawa perdamaian PBB dari Indonesia, sebuah insiden yang menurutnya melanggar hukum internasional dan tidak boleh terulang.

Ia mengatakan, penyebaran pertempuran apa pun di Timur Tengah akan menimbulkan dampak negatif yang dramatis pada seluruh dunia dan menyerukan pengekangan diri secara maksimal dari semua pihak.

"Selama saya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, saya belum pernah melihat contoh kematian dan kehancuran sedramatis yang kita saksikan di sini," katanya dalam konferensi pers.

"Kita menyaksikan eskalasi demi eskalasi, regionalisasi konflik yang menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan global."

"Kami melihat tragedi besar di Lebanon. Dan kami harus melakukan segala cara untuk menghindari perang besar-besaran," imbuhnya.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengajukan permohonan di hadapan para pemimpin regional agar semua pihak benar-benar berkomitmen dalam mengelola perselisihan di Laut Tiongkok Selatan, tempat negaranya terlibat dalam konfrontasi dengan Tiongkok selama lebih dari setahun.

Perselisihan ini telah memicu kekhawatiran bahwa hal itu bisa lepas kendali, karena sekutu pertahanan AS, Filipina, menuduh Tiongkok melakukan agresi, dan Beijing menyatakan kemarahan atas apa yang disebutnya provokasi dan pelanggaran teritorial oleh Manila.

Pernyataannya itu disampaikan sehari setelah ia meminta ASEAN dan Tiongkok untuk segera mempercepat negosiasi mengenai kode etik.

"Perilaku semacam ini tidak dapat diabaikan dan menuntut upaya bersama dan serius dari kita untuk benar-benar mengelola perselisihan kita," kata Marcos.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang negaranya akan mengambil alih ketua ASEAN tahun depan, mengatakan kekerasan harus dihindari dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang telah memberikan jaminan bahwa masalah akan ditangani secara damai.

"Ini adalah masalah yang memengaruhi semua negara, tetapi solusi yang kami usulkan, yang disetujui semua pihak, termasuk Tiongkok, adalah menghindari kekerasan, menggunakan jalur diplomatik, dan berunding," ujarnya dalam konferensi pers.

ASEAN dan Tiongkok pada hari Jumat mengeluarkan pernyataan yang mengakui maraknya kejahatan perjudian daring dan penipuan jaringan telekomunikasi, yang lebih dikenal sebagai pusat penipuan, yang telah mengakibatkan ratusan ribu orang diperdagangkan di Asia Tenggara oleh geng-geng kriminal, menurut PBB.

Blinken dan para pemimpin ASEAN pada hari Jumat sepakat untuk bekerja sama dalam kecerdasan buatan (AI) dan memperkuat keselamatan, keamanan, dan kepercayaannya, termasuk mengembangkan pendekatan yang kompatibel terhadap tata kelola AI.

Blinken memberikan jaminan tentang komitmen Washington terhadap kawasan Indo-Pasifik, terlepas dari hasil pemilihan presiden AS bulan depan.

"Meskipun banyak hal lain yang terjadi, fokus kami tetap terpusat pada kawasan ini," katanya.

"Saya percaya bahwa pendekatan dasar ini akan terus berlanjut, terlepas dari siapa pun presidennya, karena hal ini jelas merupakan kepentingan kita."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.