Kapal Filipina dan Tiongkok Kembali Bertikai di LTS

Kamis, 10 Okt 2024, 02:59 WIB

MANILA - Filipina pada Selasa (8/10) malam menuduh Penjaga Pantai Tiongkok (CCG) telah memulai provokasi dengan menembakkan meriam air ke kapal-kapal pemerintah yang membawa pasokan bagi nelayan di beting yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan (LTS), tetapi Beijing mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan pengendalian menyusul penyusupan kapal-kapal itu ke perairannya.

Insiden tersebut merupakan pertikaian terbaru antara kedua negara terkait dengan Scarborough Shoal, wilayah penangkapan ikan di zona ekonomi eksklusif Filipina yang diklaim Beijing sebagai wilayah dalam yurisdiksi Tiongkok.

Ket. Foto: Meriam Air l ­Kapal Penjaga Pantai Tiongkok menggunakan meriam air ke kapal Filipina yang disewa untuk mengirimkan pasokan ke nelayan di perairan sengketa LTS pada Desember lalu. Pada Selasa (8/10), kapal Penjaga Pantai Tiongkok kembali menggunakan meriam air ke kapal Filipina yang berlayar di perairan dekat Scarborough Shoal, LTS. — Sumber: AFP/Philippine Coast Guard

"Kami mendesak Filipina untuk segera menghentikan tindakan pelanggarannya. Penjaga Pantai Tiongkok akan terus melaksanakan kegiatan perlindungan hak dan penegakan hukum di perairan di bawah yurisdiksi Tiongkok berdasarkan hukum dan dengan tegas menjaga kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritim negara tersebut," kata Liu Dejun, juru bicara CCG, dalam sebuah pernyataan pada Rabu (9/10).

"Dua kapal Filipina menyerbu perairan dekat Scarborough Shoal yang memicu apa yang disebut pihak Tiongkok sebagai tindakan pengendalian," imbuh dia.

Dalam pernyataan yang dibagikan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Manila, Liu mengatakan bahwa pada tanggal 8 Oktober, kapal Filipina dengan nomor lambung 3001 dan 3002 bersikeras memasuki perairan dekat Scarborough Shoal milik Tiongkok tanpa izin dari pemerintah Tiongkok.

"Kapal Penjaga Pantai Tiongkok melacak dan memantau seluruh proses dan mengambil tindakan pengendalian sesuai hukum," ucap Liu. "Operasi pengendalian di lokasi itu profesional, terstandarisasi, sah, dan legal. Tiongkok memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas Scarborough Shoal dan perairan di sekitarnya, serta hak kedaulatan dan yurisdiksi atas perairan yang relevan," imbuh Liu.

Sementara itu Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan (BFAR) Filipina mengatakan bahwa kapalnya sedang dalam misi rutin untuk mengirimkan pasokan ulang bagi para nelayan ketika tiga kapal Penjaga Pantai Tiongkok (CCG) dan sebuah kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat mendekat dari jarak dekat dan membayangi pergerakan mereka.

"Kapal CCG berusaha menghalangi misi tersebut tetapi tidak berhasil," kata biro itu dalam sebuah pernyataan.

KTT di Laos

Scarborough Shoal yang dinamai berdasarkan kapal Inggris yang kandas di atol itu hampir tiga abad lalu, merupakan salah satu fitur maritim Asia yang paling diperebutkan dan menjadi titik api pertikaian diplomatik atas kedaulatan dan hak penangkapan ikan.

Insiden ini terjadi saat para pemimpin kelompok regional Asean berkumpul di Laos untuk menghadiri pertemuan puncak di mana Filipina diperkirakan akan mengangkat isu ketegangan di LTS.

LTS yang disengketakan menjadi agenda pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) setelah berbulan-bulan terjadi bentrokan keras antara kapal-kapal Tiongkok dan nelayan Filipina dan Vietnam.

"Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, diperkirakan akan mendorong pembahasan mengenai LTS ini," tulis kantor berita AFP.

Beijing mengklaim hampir seluruh LTS yang merupakan jalur perairan yang sangat penting secara strategis, yang dilalui jalur perdagangan senilai triliunan dollar AS setiap tahunnya. Empat anggota Asean yaitu Filipina, Vietnam, Indonesia dan Brunei, memiliki klaim yang bersaing atas berbagai pulau kecil dan terumbu karang.

Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, tiba di Laos pada Rabu (9/10), sehari sebelum mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin blok tersebut dan bergabung dalam pertemuan puncak Asean Plus Tiga dengan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, dan Presiden Yoon Suk Yeol dari Korea Selatan. AFP/ST/ManilaTimes/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.