Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengganasnya Angin Puting Beliung di Sukabumi Ini Memaksa Puluhan Warga Mengungsi

📅 Kamis, 03 Okt 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengganasnya Angin Puting Beliung di Sukabumi Ini Memaksa Puluhan Warga Mengungsi Doc: ANTARA/Aditia A Rohman
Ket. Kondisi rumah warga di Kampung Cisarua, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang rusak pada bagian atap akibat tetimpa pohon yang tumbang disapu angin puting beliung pada Rabu, (2/10/2024).

Sukabumi - Puluhan warga yang tinggal di di Kampung Cisarua, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengungsi karena rumah yang menjadi tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat diterjang bencana angin puting beliung, Rabu.

"Bencana angin puting beliung tersebut melanda Kampung Cipeuteuy dan Cisarua, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan. Namun kondisi yang paling parah di Kampung Cisarua," kata Kepala Desa Cipeuteuy Purnama Wijaya di Sukabumi.

Menurut Purnama, bencana ini terjadi pada pukul 16.30 WIB dan hasil pendataan sementara jumlah rumah yang rusak akibat diterjang bencana angin puting beliung mencapai puluhan unit.

Namun untuk jumlah yang rusak belum diketahui secara pasti, tetapi pihaknya menerima informasi ada 30 kelapa keluarga (KK) atau sekitar 110 jiwa yang terdampak. Sementara untuk juga warga yang mengungsi ada 10 KK atau 34 jiwa.

Adapun lokasi yang terdampak bencana angin puting beliung ini yakni di RT 004/005, RT 005/006, RT 006/006 serta RT 007/006 yang seluruhnya berada di Kampung Cisarua.

Selain merusak puluhan rumah dan mengakibatkan puluhan warga mengungsi, bencana angin puting beliung ini merusak fasilitas umum dan tempat ibadah yakni masjid.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat bencana ini. Sementara untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah mengungsi ke rumah sanak keluarganya terdekat," tambahnya.

Purnama mengatakan mayoritas rumah yang terdampak bencana rusak pada bagian atap genteng, bahkan tidak sedikit pohon yang tumbang karena tidak kuat menahan hembusan angin puting beliung.

Hingga Rabu pukul 22.00 WIB, petugas gabungan dari berbagai unsur masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan, memberikan bantuan serta membantu mengevakuasi warga dan barang milik penyintas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.