Kerabat Dekat Orangutan

Rabu, 02 Okt 2024, 06:25 WIB

Gigantopithecusyang pertama kali diketahui oleh paleontologis Jerman-Belanda G H R von Koenigswald yang mengidentifikasiGigantopithecusdi toko obat Tiongkok di Hongkong. Ia mengetahui fosilGigantopithecusini dari gigi besarnya yang dijual sebagai "tulang naga."

Sekitar 2.000 gigi fosil dan empat tulang rahang dari spesies yang punah itu telah digali di gua-gua di Tiongkok selatan. Penelitian baru pada banyak fosil langka ini di gua-gua tempat mereka ditemukan dibangun berdasarkan bukti awal yang mengungkap garis waktu yang menjelaskan lebih lanjut tentang keadaan yang sulit dipahami seputar kematianGigantopithecus.

Ket. Foto: — Sumber: Juan BARRETO/AFP

Para penulis percaya makhluk besar itu punah antara 295.000 dan 215.000 tahun yang lalu, setelah iklim menjadi lebih musiman dan primata pemakan tumbuhan itu berjuang untuk beradaptasi dengan perubahan vegetasi.

Sebelum populasiGigantopithecusmenyusut karena perubahan iklim, spesies itu berkembang pesat mulai sekitar 2 juta tahun yang lalu di lingkungan hutan yang kaya dan beragam, terutama memakan buah, kata salah satu penulis studi Kira Westaway, seorang profesor dan geokronolog di Macquarie University di Australia.

"Sekitar 700.000 atau 600.000 tahun yang lalu, kita mulai melihat perubahan lingkungan yang besar dan selama periode itu kita melihat penurunan ketersediaan buah," tutur dia. "Gigantomemakan makanan yang kurang bergizi. Kami punya bukti dari pengamatan struktur giginya. Lubang dan goresan pada gigi menunjukkan bahwa ia memakan makanan yang sangat berserat seperti kulit kayu dan ranting dari lantai hutan," ucap Westaway seperti dikutip dariCNN.com.

Selama hampir satu dekade, tim ilmuwan Tiongkok dan Australia mengambil sampel sedimen dari 22 gua di wilayah yang luas di wilayah Guangxi di Tiongkok selatan yang berbatasan dengan Vietnam. Setengah dari gua tersebut berisi fosilGigantopithecus, sementara setengahnya tidak.

Pertama-tama, para peneliti memperoleh tanggal yang akurat untuk fosil dan sedimen menggunakan beberapa teknik. Penanggalan luminesensi mengungkapkan kapan sedimen terakhir kali terkena sinar matahari dan mengendap di gua, dan penanggalan seri-U menunjukkan kapan uranium diserap ke dalam spesimen tulang setelah hewan tersebut mati. Analisis ini membantu tim menyusun kronologi terperinci tentang keberadaan spesies tersebut.

Kemudian, tim menganalisis jejak serbuk sari dalam sampel sedimen untuk memahami tanaman dan pohon apa yang mendominasi lanskap tersebut. Analisis isotop unsur-unsur seperti karbon dan oksigen yang terkandung dalam gigiGigantopithecusmembantu para peneliti memahami bagaimana pola makan hewan tersebut mungkin berubah seiring waktu. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.