Membanggakan, KBRI Tokyo Apresiasi Peningkatan Perawat Indonesia di Jepang

Selasa, 01 Okt 2024, 00:10 WIB

Tokyo - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mengapreasiasi peningkatan baik dari segi jumlah maupun kualitas perawat Indonesia di Jepang selama17 tahun program Economic Partnership Agreement (EPA).

"Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang senantiasa bekerja sama erat untuk memastikan kelancaran penempatan dan kualitas pendidikan kandidat perawat dancaregiverIndonesia ke Jepang. Citra positif yang dibangun peserta EPA selama 17 tahun terakhir, mendorong Pemerintah Indonesia dan Jepang untuk melanjutkan program ini dalam Protokol Perubahan IJEPA yang disepakati bulan Agustus 2024," kata Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Maria Renata Hutagalung dalam keterangandi Tokyo, Senin.

Ket. Foto: Peringatan 17 tahun program EPA bidang keperawatan dan caregiver di Tokyo, Minggu (29/9). — Sumber: Antara/KBRI Tokyo

Pernyataan itu disampaikan dalam Simposium Memperingati Program Pengiriman Perawat dan Caregiver Indonesia ke Jepang dalam Skema Economic Partnership Agreements (EPA) yang ke-17, di Tokyo, Minggu.

Kebutuhancaregiverdan perawat di Jepang terus menempati posisi tertinggi di antara sektor-sektor yang terbuka bagi pekerja asing.

KBRI Tokyo menurut Wakil Dubes Maria Renata, kerap menerima berbagai konsultasi dan permohonan dari pemerintah daerah, asosiasi, dan pengelola panti di Jepang, mengenai perekrutan tenaga kerja dari Indonesia.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi kami bahwa salah satu alasan peningkatan perekrutan tenaga kerja dari Indonesia, utamanya didasari oleh reputasi baik paracaregiverdan perawat Indonesia yang ramah, telaten dan sigap dalam melakukan pekerjaan." tambahnya.

Maria Renata berharap ke depannya akan semakin banyak kandidat perawat dancaregiverIndonesia yang memanfaatkan program ini untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri.

KBRI Tokyo, tambahnya, senantiasa mengedepankan pelindungan dan pembinaan seluruh WNI yang membutuhkan.

Ia berpesan agar senantiasa mengikuti aturan yang berlaku di Jepang dan melakukan pembaharuan data di portal peduli WNI serta melakukan lapor diri bagi WNI yang belum melapor ke KBRI Tokyo.

Ketua Dewan Pengurus Luar Negeri (DPLN) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Mohamad Yusup menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari KBRI Tokyo terhadap aktivitas perawat Indonesia di Jepang.

"PPNI DPLN Jepang selalu bersinergi dengan KBRI Tokyo, BP2MI, AOTS dan organisasi lain dalam melaksanakan berbagai kegiatan positif, seperti kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan WNI, belajar bareng, bakti sosial, seminar-seminar,," katanya. .

Seminar yang digelar menghadirkan empat pembicara yaitu, Director Acceptance Support for Foreign Professional Department - Japan International Corporation of Welfare Services (JICWELS) Kiichi Inagaki; Professor, College of Arts and Science JF. Oberlin University Tokyo Akiko Asai; Registered Nurse / Kangoshi EPA 6 Ina Titi Wulandari; dan Careworker / Kaigofukushishi EPA 6 Lisa Yusida.

Kiichi Inagaki dalam materinya memastikan JICWELS selalu membuka pintu dan menggelar berbagai kegiatan untuk mendukung perawat dancaregiverdi Indonesia.

Seperti diskusi ketika mendapatkan permasalahan, kunjungan ke fasilitas kerja, konsultasi dalam bahasa Indonesia, pelatihan bahasa dan persiapan ujian nasional.

Menurut dia, JICWELS selalu menjalin komunikasi dengan pihak Indonesia, agar semakin banyak perawat Indonesia yang bisa datang ke Jepang.

Sementara itu Akiko Asai menjelaskan kepada para peserta simposium bahwa hasil penelitiannya selama 10 tahun menunjukkan perawat Indonesia mudah diterima oleh masyarakat Jepang dengan keramahan, keuletan dan kesungguhannya dalam bekerja.

Berdasarkan data per 1 Januari 2024, tercatat total peserta program EPA dari Indonesia berjumlah 3.950 orang. Dengan perincian kandidat careworker berjumlah 3.196 orang dan kandidat perawat berjumlah 754 orang.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.