Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Rinci Peran Pembubar Diskusi

📅 Senin, 30 Sep 2024, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polda Rinci Peran Pembubar Diskusi Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi.
Ket. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy saat jumpa pers kasus pembubaran diskusi pada sebuah hotel di Jakarta, Minggu (29/9).

JAKARTA - Peran lima pelaku pembubaran dan perusakan diskusi di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9) diungkap Polda Metro Jaya. "Kelima orang yang ditangkap adalah FEK, GW, JJ, LW dan MDM," kata Wakapolda Metro Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy di Jakarta, Minggu.

Dia menuturkan, pria berinisial FEK berperan sebagai koordinator lapangan aksi. Lalu, GW ini masuk ke dalam ruangan seminar melakukan aksi perusakan. Kemudian JJ juga masuk ke dalam untuk membubarkan sampai merusak dengan mencabut baliho-baliho

Pria keempat LW juga merusak dan membubarkan acara di dalam.

Terakhir, MDM, hampir sama yaitu membubarkan dan melakukan perusakan dalam gedung. "Lima orang ini sudah ditangkap. Kami akan mencari pelaku lain yang terlibat aksi perusakan dan penganiayaan," tandas Wakapolda.

Polda Metro Jaya juga akan mendalami motif para penggerak kelompok massa. "Kita akan lakukan skrining dan pendalaman terhadap para pelaku. Siapa yang menggerakkan, apa motifnya dan tujuannya," tukas Djati.

Menurutnya, Ia Polda Metro Jaya tidak mentolerir segala bentuk premanisme dan anarkisme. Selain itu, dia juga melakukan investigasi secara internal terhadap para anggota Polri yang bertugas mengamankan saat aksi unjuk rasa berlangsung.

"Apakah di situ ada pelanggaran prosedur standar operasi atau tidak," ujarnya. Djati mencontohkan apakah sudah dilakukan pemeriksaan jumlah personel yang dilibatkan. Kemudian saat acara, apakah tindakan yang akan dilakukan, termasuk bila terjadi dinamika yang berkembang. Apa yang harus dilakukan. "Kami akan investigasi secara internal jika ada pelanggaran yang dilakukan anggota saat pengamanan," tambahnya.

Pada hari Sabtu (28/9) terjadi aksi unjuk rasa di depan Hotel Grand Menteng Jakarta Selatan dari komunitas Forum Cinta Tanah Air sekitar 30 orang.

Mereka menuntut untuk membubarkan kegiatan diskusi yang dilakukan sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Diaspora. Alasannya tidak ada izin. Kalaupun tidak ada izin harusnya polisi yang membubarkan, bukan warga. Apalagi dengan gaya-gaya premanisme.

Djati menuturkan, petugas Polsek Mampang mengamankan dan sempat terjadi aksi dorong dengan peserta aksi. Sebab mereka ingin masuk ke hotel untuk membubarkan diskusi.

"Jadi, sempat ada aksi saling dorong. Petugas mencoba memediasi agar kegiatan seminar dipercepat, sehingga petugas fokus mengawal aksi unjuk rasa," kata Djati. Tapi tiba-tiba, dari belakang gedung hotel sekitar 10 hingga 15 orang, masuk dan melakukan perusakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.