Gerak Cepat Bantu Warga, 600 Tangki Air Didistribusikan ke Desa Terdampak Kekeringan Trenggalek

Senin, 30 Sep 2024, 00:40 WIB

Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengonfirmasi bahwa sejauh ini pihaknya telah menyalurkan lebih dari 600 tangki air bersih ke 52 desa/kelurahan daerah itu yang terdampak kekeringan.

"Distribusi terus kami lakukan karena daerah terdampak juga banyak, bahkan masih mungkin bertambah," kata Pjs Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu Ermawati di Trenggalek, Minggu.

Hujan memang beberapa kali mengguyur Trenggalek dan sekitarnya. Namun hal itu belum mempengaruhi sediaan air bawah tanah, khususnya di daerah-daerah kering yang beberapa bulan terakhir mengalami krisis air bersih.

"Meskipun hujan sempat mengguyur namun belum dapat menanggulangi kekeringan," katanya.

Untuk menanggulangi itu, Pemkab Trenggalek berkolaborasi dengan instansi terkait lainnya terus mendistribusikan bantuan air bersih.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 600 kali pengiriman air bersih dengan tangki berkapasitas lima ribu liter.

"Semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan keseharian masyarakat yang mengalami kekeringan," katanya.

Bantuan air bersih itu dilakukan karena kondisi sumber air di daerah terdampak tak bisa lagi diakses.

Tak hanya kekeringan, dampak kemarau ini juga mengakibatkan bencana kebakaran hutan dan lahan.

Lebih dari 30 kali kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi sejak awal musim kemarau.

"Untuk itu kami himbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada, utamanya saat beraktivitas di kawasan hutan," pungkasnya.

Mengacu data BPBD, pada 2023 sebanyak 56 desa dari 152 desa dan lima kelurahan di Trenggalek terdampak kekeringan.

Kekeringanpada 2023 terbilang parah, mengingat seluruh kecamatan di Bumi Menak Sopal sebutan lain Trenggalek terdampak.

"Tahun lalu ada 56 daerah terdampak kekeringan, mudah-mudahan segera turun hujan sehingga warga tidak lagi mengalami kekeringan," jelasnya.

Meskipun tidak mengalami kekeringan lagi jika hujan turun, warga dihadapkan dengan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

BMKG memprediksi puncak musim hujan pada bagian Indonesia barat terjadi pada November - Desember.

Wilayah yang akan mengalami puncak musim hujan pada November-Desember 2024 adalah sebanyak 303 Zona Musim atau 43,4 persen dari total Zona Musim yang meliputi Pulau Sumatra, pesisir selatan Jawa, dan Kalimantan.

Sementara terdapat pula sebanyak 250 Zona Musim atau 35,8 persen dari zona musim yang diprediksi akan mengalami puncak musim hujan pada Januari-Februari 2025, yaitu meliputi Lampung, Pulau Jawa bagian Utara, sebagian kecil Pulau Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan sebagian besar Papua. Masyarakat diimbau waspada potensi bencana hidrometeorologi.

"Kami terus lakukan mitigasi bencana untuk meminimalisir dampak," pungkasnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.