Badai John Tewaskan Sedikitnya 16 Orang di Meksiko

Senin, 30 Sep 2024, 09:50 WIB

ACAPULCO - Jumlah korban tewas akibat Badai John yang menerjang daratan dua kali di pantai Pasifik Meksiko, bertambah menjadi 16 orang hingga hari Minggu (29/9), kata pihak berwenang.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dalam pesannya di X, memperbarui jumlah korban di negara bagian Guerrero menjadi 15 orang. Sementara seorang pejabat perlindungan sipil di negara bagian tetangga Oaxaca mengatakan kepada AFP, satu nyawa lagi melayang di sana.

Ket. Foto: Mobil-mobil terkubur di pasir setinggi beberapa kaki setelah Badai John menghantam Acapulco, Meksiko. — Sumber: AFP/Francisco ROBLES

Beberapa media melaporkan jumlah korban sedikitnya 20.

John menerjang daratan pada hari Selasa (24/9) sebagai badai Kategori 3 sebelum bergerak maju di sepanjang pantai selama beberapa hari dan menghantam daratan lagi sebagai badai tropis.

Badai tersebut meninggalkan kota tepi pantai Acapulco terendam, menyebabkan kepanikan di kota tersebut yang masih segar dalam ingatan akan Badai Otis -- badai Kategori 5 terbesar yang meninggalkan jejak kerusakan dan puluhan orang tewas pada bulan Oktober tahun lalu.

Sekitar 18.000 personel militer dan petugas penyelamat dikerahkan untuk menangani badai John, lebih dari 5.000 orang dievakuasi dari daerah berisiko tinggi, menurut pihak berwenang.

Sekitar 3.800 orang dibawa ke tempat penampungan.

Ketinggian air mulai turun pada hari Minggu, dan pembersihan sedang dilakukan.

Banyak orang berkeliaran di jalanan berlumpur Acapulco selama akhir pekan, mencari makanan dan bahan bakar atau menunggu bantuan darurat.

Presiden terpilih Claudia Sheinbaum, yang akan mengambil alih jabatan dari Lopez Obrador, mengatakan pada X, ia akan mengunjungi negara bagian Guerrero bersama para menterinya sehari setelah pelantikannya pada hari Selasa untuk menilai situasi dan memastikan "semua bantuan yang diperlukan."

Badai melanda Meksiko setiap tahun di pantai Pasifik dan Atlantik, biasanya antara bulan Mei dan November.

Pada bulan Juli, Badai Beryl memaksa evakuasi ratusan wisatawan dan menyebabkan sedikitnya 18 kematian di Karibia, Venezuela, dan Amerika Serikat.

Sementara itu tim penyelamat berjuang pada hari Minggu untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan bantuan di Amerika Serikat bagian tenggara setelah Badai Helene yang dahsyat, dengan jalan-jalan yang banjir dan pemadaman listrik yang menghambat kemajuan.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim kemungkinan berperan dalam meningkatnya intensitas badai dengan cepat, karena ada lebih banyak energi di lautan yang lebih hangat untuk mereka manfaatkan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.