Perkuat Kolaborasi, Kemlu Harapkan Uni Eropa Satu Semangat dengan Indonesia Selesaikan IEU-CEPA

Sabtu, 28 Sep 2024, 00:02 WIB

Jakarta - Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Umar Hadi mengharapkan supaya Uni Eropa (EU) memiliki semangat yang sama dengan Indonesia untuk menyelesaikan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).

Semangat tersebut, kata Umar, dapat ditunjukkan Uni Eropa dengan turut berkompromi sebagaimana yang telah dilakukan Indonesia dalam babak-babak perundingan sebelumnya.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Umar Hadi ditemui usai konferensi pers terkait Forum Bisnis Indonesia-Eropa (IEBF) 2024 di Jakarta, Jumat (27/9/2024). — Sumber: ANTARA/Nabil Ihsan

"Rasanya, Indonesia sudah memberi konsesi begitu banyak, dan kami harapkan Uni Eropa juga punya semangat yang sama karena tujuan konsesi-konsesi tersebut supaya tercapai kompromi," ucap Umar dalam konferensi pers Forum Bisnis Indonesia-Eropa (IEBF) 2024 di Jakarta, Jumat.

Meski tak menampik bahwa sebagai entitas berdaulat, sebuah negara ataupun asosiasi negara-negara berhak untuk membuat regulasi demi kepentingannya sendiri, Umar mengatakan bahwa regulasi tersebut hendaknya bersifat adil dan tak terlalu membebani pihak luar.

Ia menuturkan, ekspektasi supaya IEU-CEPA dapat segera rampung pun semakin besar mengingat negosiasi antara RI dan EU untuk membahas kesepakatan tersebut sudah berjalan selama bertahun-tahun, sejak 2016 dan telah mencapai babak putaran ke-19 padatahun ini.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut salah satu alasan negosiasi IEU-CEPA berjalan tidak sesuai target adalah lantaran pihak Eropa terus menambah permintaan.

"Kita sudah banyak memenuhi permintaan, kalau nambah lagi-nambah lagi, ya tentu repot ya. Kita ingin ini IEU-CEPA selesai, tapi kan tergantung sananya juga," kata Zulkifli di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (26/9).

Zulkifli menyampaikan, Indonesia ingin segera menyelesaikan IEU-CEPA, yang semula dijadwalkan sebelum masa pemerintahan yang baru. Namun demikian, hal ini baru bisa terjadi jika kesepakatan antara dua pihak telah tercapai.

Karena itu, Indonesia telah memaparkan kepada pihak Uni Eropa bahwa perundingan IEU-CEPA tidak dapat segera diselesaikan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Senada, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Djatmiko Bris Witjaksono menyampaikan, negosiasi IEU-CEPA masih alot lantaran belum menemukan titik temu dari segi kebijakan kedua belah pihak, salah satunya terkait Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR).

"Ada beberapa hal terkaitpolicyyang masih belum selesai, dalam arti kita masih mencari benar-benar titik tengah dari isu tersebut. Ini yang pasti menjadi tantangan untuk menyelesaikan kepentingan," kata Djatmiko saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/9).

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Cegah Krisis Berkepanjangan, Pemkab Bekasi Salurkan 3,6 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Batasi Penggunaan HP, Pembatasan Gawai Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman

Cegah Keresahan Masyarakat, Pengiriman Pasokan Dipercepat untuk Atasi Antrean BBM di Jatim

Lima Tokoh yang Berpeluang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Enam Pemuda Bersenjata Tajam Ditangkap, Ternyata Mereka Hendak Lakukan Hal Mengagetkan Ini

Kabar Gembira yang Lama Ditunggu, Menteri Scott Bessent: AS-Iran Mungkin Sepakat Buka Selat Hormuz pada Rabu

Susun Tim Juara, PBSI Masih Mungkin Panggil Jafar/Felisha untuk Asian Games

Gerak Cepat, Padang Pariaman Prioritaskan Penanganan Longsor dengan Buka Akses Transportasi Warga

Modena Energy Pasang PLTS 307,5 kWp di Fasilitas Industri Multi Nitrotama Kimia

Ditargetkan Bisa Kurangi 30 Persen Sampah Masuk ke TPA Winongo, Ini yang Dilakukan Pemkot Madiun

Semoga Juara, Persib Prioritas Pemulihan 48 Jam Jelang Final Piala Presiden

Ada Lonjakan Signifikan, Maluku Catat Nilai Ekspor 28,46 Juta Dolar AS di Semester I 2026

Produsen Senjata Ukraina Ancam Serang Iran dengan Rudal Jarak Jauh Flamingo

Scene Stealer Terbesar, Agamemnon Jadi Karakter Paling Mengintimidasi dalam 'The Odyssey'

Mengagetkan Temuan Ini, Ada 13.297 Suspek Kusta dalam Cek Kesehatan Gratis 2026

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Peru Pilih Akuisisi Tank K2 Black Panther Korea Selatan, Tolak Abrams AS dan Leopard Jerman

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.