Hati-hati Dampak Buruk Penggunaan Hidrokuinon Tinggi, Berisiko Kanker Kulit
Sabtu, 28 Sep 2024, 10:11 WIBJAKARTA -Dokter spesialis kulit dan kelamin dari Universitas Indonesia dr. Adhimukti T. Sampurna Sp.KK mengatakan penggunaan hidrokuinon dengan kadar tinggi dapat menyebabkan efek jangka panjang salah satunya potensi kanker.
"Efek jangka panjang hiperpigmentasi paradoks (ochronosis eksogen), risiko toksisitas (keracunan) dan risiko atau potensi kanker," kata Adhi, Jumat (27/9) malam.
Adhi mengatakan batas maksimal hidrokuinon (HQ) dalam skincare adalah 2 persen, namun tetap tidak boleh digunakan dalam jangka panjang dan harus dalam pengawasan dokter.
Sementara konsentrasi yang lebih tinggi sampai empat persen atau lebih, biasanya hanya diberikan melalui resep dokter.
Adhi menjelaskan bahan hidrokuinon biasanya digunakan dalam produk perawatan kulit atau skincareuntuk tujuan mencerahkan kulit dan menghilangkan flek hitam.
"Hidrokuinon bekerja dengan cara menghambat enzim yang berperan dalam produksi melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna pada kulit. Produksi melanin menurun, membantu menyamarkan atau menghilangkan hiperpigmentasi," jelasnya.???????
Skincare dengan kandungan hidrokuinon juga biasanya memberi efek pada kulit seperti menghilangkan bintik hitam, melasma atau bercak abu-abu pada pipi, bekas jerawat atau flek akibat pajanan sinar UV matahari.
Namun penggunaan hidrokuinon dalam jangka waktu tertentu dapat memberikan efek negatif pada wajah, terlebih jika kadarnya berlebihan.???????
Adhi mengatakan dalam jangka pendek, kulit bisa menjadi iritasi, kemerahan atau menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
"Penggunaan hidrokuinon jangka pendek yaitu iritasi kulit, kemerahan, kulit kering mengelupas, peningkatan sensitivitas terhadap sinar UV matahari, dermatitis kontak alergik," katanya.
Maka itu, penting untuk mencari skincare yang aman dan tidak memiliki kandungan hidrokuinon. Ciri produk dengan hidrokuinon yang bisa diperhatikan adalah bila dibiarkan dalam udara luar menjadi reaksi teroksidasi kemudian warnanya berubah kecoklatan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wardah A.M Club 2026 Digelar, Edukasi Soal Sunscreen untuk Perempuan Aktif
-
QRIS Makin Ngetren, Pengguna di Jateng Tembus 9,08 Juta
-
Turki Siapkan Paket Senjata dan Korea Utara Kirim 50.000 Tentara ke Russia: Apa Saja yang Kita Ketahui Perang Ukraina Hari ke-1.629?
-
Pemerintah Diminta Tegas ke Pelaku Pembakar Lahan
-
Estetika Regeneratif dan Skin Longevity Jadi Fokus Bmderma
-
Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla
-
Kampanyekan Gemarikan di SDN Cempaka Putih Barat 07, KPKP Jakpus Penuhi Gizi Anak untuk Cegah "Stunting"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.