Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Ungkap Manfaat Riset Manuskrip Bagi Pengetahuan Modern

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 15:19 WIB | Oleh:
BRIN Ungkap Manfaat Riset Manuskrip Bagi Pengetahuan Modern Doc: ANTARA FOTO/Ampelsa
Ket. Ilustrasi - Petugas dari Arsip nasional sedang membersihkan manuskrip Aceh, di Banda Aceh.

JAKARTA - Kepala Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sastri Sunarti mengungkapkan manfaat riset manuskrip, literatur, dan tradisi lisan bagi ilmu pengetahuan modern.

Dalam sebuah gelar wicara yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat, Sastri memaparkan riset manuskrip, literatur, dan tradisi lisan, bermaksud untuk menghubungkan antara pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat Indonesia dengan ilmu pengetahuan modern, guna mencari kecocokan pengetahuan dan dapat dibuktikan secara saintifik, sebagai upaya pelestarian kearifan lokal tersebut.

"Contohnya seperti pengetahuan etnoastronomi yang ada di Amfoang, Kupang (NTT). Tentunya kita ingin membuktikan apakah pengetahuan tersebut sesuai dengan ilmu pengetahuan modern seperti sekarang," katanya.

Ilmu etnoastronomi masyarakat setempat dibuktikan dengan adanya sejumlah istilah astronomi, sepertiNoel Nenodalam astronomi Amfoang yang artinya sungai di langit. Sedangkan dalam astronomi modern disebut Bimasakti atauMilky Way.

Kemudian ada juga istilah Maklafu Kotogatau rasi Pleiadesy yang digunakan masyarakat Amfoang untuk penentuan akhir musim kering dan awal musim hujan.

"Beberapa di antara ilmu tersebut ada yang cocok dan sesuai, mungkin hanya penyebutan dan pemanfaatannya yang berbeda, seperti mereka memanfaatkan ilmu etnoastronomi untuk memanen madu hutan," ujarnya.

Sastri memaparkan masyarakat lokal Amfoang selama turun-temurun telah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memanen madu hutan melalui ilmu etnoastronomi yang dipahami.

Mereka, sambungnya, memanfaatkan momentum di mana bintang kejora mulai redup atau menjelang subuh untuk memanen madu, karena pada saat itu masyarakat setempat meyakini keadaan lebah madu menjadi lebih tenang.

"Pada saat bintang kejora mulai redup atau menjelang subuh, nah itu ternyata mereka menemukan bahwa lebah menjadi lebih tenang, maka saat itulah waktunya memanen madu, karena di situ banyak tersedia. Itu adalah salah satu contoh bagaimana riset ini bisa memberi perspektif baru pada pengetahuan modern," ujarnya.

Oleh karena itu Sastri mengatakan kini pihaknya tidak hanya diseminasi berbagai hasil temuan tersebut kepada sesama periset, melainkan juga kepada komunitas dan masyarakat, agar budaya tersebut bisa dilestarikan, dan bisa memberikan manfaat finansial bagi masyarakat setempat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

32 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.