Sekjen PBB Desak pimpinan G20 untuk Mereformasi Lembaga Global agar Lebih Inklusif

Kamis, 26 Sep 2024, 00:21 WIB

Washington - Dalam pertemuan para menteri G20, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (25/9) menekankan perlunya lembaga internasional yang "inklusif" untuk mengatasi tantangan termutakhir.

"Kita membutuhkan lembaga global dan alat yang kuat, inklusif, dan sah untuk menangani tantangan hari ini dan besok. Tata kelola yang adil dan representatif adalah langkah pertama untuk membuka reformasi yang lebih luas," kata Guterres dalam pertemuan yang berlangsung di Markas PBB di sela-sela Sidang Umum.

Ket. Foto: Dalam pertemuan para menteri G20, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (25/9/2024) menekankan perlunya lembaga internasional yang "inklusif" untuk mengatasi tantangan saat ini. — Sumber: ANTARA/Anadolu

Sekjen PBB mendesak keterlibatan yang kuat dari negara-negara G20 untuk membuat Dewan Keamanan "benar-benar representatif" dengan mengatasi kurangnya representasi dari Afrika, Asia-Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia.

Ia juga menyerukan penguatan peran Majelis Umum dan Komisi Pembangunan Perdamaian, serta peningkatan Dewan Ekonomi dan Sosial.

"Prinsip yang sama berlaku untuk arsitektur keuangan internasional: harus mencerminkan ekonomi global saat ini, dengan representasi yang jauh lebih kuat dari negara-negara berkembang," ujarnya.

"Dari pihak kami, PBB sepenuhnya berkomitmen untuk memperkuat peran kami sebagai platform inklusif untuk dialog dan aksi," lanjutnya.

Guterres juga menyatakan bahwa mulai tahun depan, PBB berencana menyelenggarakan pertemuan dua tahunan untuk meresmikan dialog antara sistem PBB, G20, dan lembaga keuangan internasional.

Ia juga mengatakan bahwa G20, sistem PBB, dan lembaga Bretton Woods (IMF dan Bank Dunia) berurusan dengan beberapa "tantangan penting" pada saat ini, seperti ketidaksetaraan, pembiayaan pembangunan, krisis iklim, dan dampak teknologi baru.

"Di semua bidang ini, kemajuan semakin sulit dicapai seiring dengan dunia kita yang menjadi semakin tidak berkelanjutan, tidak setara, dan tidak dapat diprediksi," kata pemimpin PBB tersebut.

"Konflik sedang berkecamuk, krisis iklim semakin cepat, ketidaksetaraan semakin meningkat, dan teknologi baru memiliki potensi yang belum pernah ada sebelumnya untuk kebaikan - dan keburukan," tambahnya.

Ia menekankan bahwa lembaga global harus bekerja sama, "bukan pada jalur yang paralel atau saling bertentangan."

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.