Pembangunan Infrastruktur Harus Mengarah ke Pencapaian Ketahanan Pangan
Kamis, 26 Sep 2024, 00:03 WIBJAKARTA - Pembangunan infrastruktur perlu diarahkan untuk mencapai ketahanan pangan atau food security. Hal itu penting mengingat harga pangan di Tanah Air masih terbilang tinggi dan relatif tidak terjangkau oleh sebagian kalangan. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Sarah Firdausi, mengatakan selain menghubungkan antarwilayah di Indonesia, pembangunan infrastruktur idealnya bisa mendukung tercapainya ketahanan pangan. "Pembangunan infrastruktur harus menjadi nilai tambah untuk memudahkan distribusi sehingga akses dan ketersediaan pangan dapat meningkat," kata Sarah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (25/9).
Selain tantangan perubahan iklim yang kini semakin dirasakan, sektor pertanian juga dihadapkan pada luasnya wilayah Indonesia yang berakibat pada biaya distribusi yang tinggi. Biaya logistik pangan itu pada akhirnya akan dibebankan pada konsumen sehingga harga pangan di tingkat konsumen menjadi lebih mahal. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara (Asean) ongkos logistik di Indonesia terbilang sangat mahal, yakni sebesar 24 persen dari total produk domestik bruto (PDB).
Sementara Malaysia berkisar 13 persen dan Singapura hanya 8 persen dari total PDB. Selain harga logistik yang mahal, kenaikan harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu menambah kompleksitas distribusi pangan. Daerah-daerah yang jauh dari sentra produksi pangan membutuhkan biaya transportasi yang lebih besar dibandingkan dengan yang letaknya relatif dekat dengan sentra produksi pangan.
Faktor lain yang berpengaruh adalah kenaikan harga pupuk. Hal itu berdampak pada ketersediaan pangan menjadi makin sulit dan harga yang harus ditanggung konsumen akan semakin tinggi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur diharapkan mampu mencapai kestabilan harga dan ketersediaan komoditas pangan di seluruh wilayah Indonesia. Sarah pun mengimbau agar pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung terciptanya jalur distribusi bahan pangan yang lebih efisien.
Saluran Irigasi
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, menekankan salah satu kunci meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani adalah dengan memperbaiki infrastruktur pertanian, khususnya irigasi dan distribusi input pertanian.
Menurut Dwijono, pentingnya pembenahan infrastruktur, terutama sistem irigasi karena banyak petani masih kesulitan mendapatkan pasokan air yang memadai, meskipun mereka harus membayar iuran irigasi yang tidak murah. "Tanpa irigasi yang baik, produktivitas pertanian akan sulit meningkat. Petani terjebak dalam siklus produksi rendah karena kurangnya pasokan air yang memadai," ungkap Dwijono.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Hadapi Bencana, KemenPU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur
-
Iraola Redakan Kekhawatiran Cedera Frimpong Usai Liverpool Tumbang dari Leeds
-
19 Ruas Jalan di NTT Pasca Gempa Sudah Fungsional Lagi
-
Gunung Etna Meletus, Ruang Udara Sisilia Ditutup Akibat Hujan Abu Vulkanik
-
Dorong Wisata Aman dan Berkualitas, BTN Bunaken Latih Pemandu Gunung Manado Tua
-
Karhutla Mengancam Permukiman, BPBD OKU Bergerak Cepat Padamkan Api di Sekarjaya.
-
Indonesia dan Afsel Bekerja Sama Lestarikan Warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.