Paus Fransiskus Serukan Pembebasan Suu Kyi

Rabu, 25 Sep 2024, 02:57 WIB

VATIKAN - Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus, telah menawarkan untuk memberikan perlindungan di wilayah Vatikan kepada mantan pemimpin Myanmar yang ditahan, Aung San Suu Kyi, kata media Italia pada Selasa (24/9).

"Saya meminta pembebasan Aung San Suu Kyi dan saya telah bertemu putranya di Roma. Saya telah mengusulkan kepada Vatikan untuk memberinya perlindungan di wilayah kami," kata Paus Fransiskus menurut laporan pertemuan dengan para Jesuit di Asia selama kunjungannya ke sana awal bulan ini.

Ket. Foto: Seruan Pembebasan l Paus Fransiskus saat bertemu dengan Aung San Suu Kyi di Vatikan pada Mei 2017. Pada Selasa (24/9), media Italia melaporkan bahwa Paus Fransiskus telah menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi yang kini jadi tahanan junta yang berkuasa di Myanmar. — Sumber: AFP/OSSERVATORE ROMANO

HarianCorriere della Seramenerbitkan sebuah artikel oleh pendeta Italia, Antonio Spadaro, yang memberikan kutipan dari pertemuan-pertemuan pribadi tersebut, yang berlangsung di Indonesia, Timor Timur, dan Singapura, antara tanggal 2 dan 13 September, dengan izin Paus.

"Kita tidak bisa tinggal diam mengenai situasi di Myanmar saat ini. Kita harus melakukan sesuatu," kata Paus Fransiskus yang pernah mengunjungi Myanmar pada Desember 2017 lalu.

"Masa depan negara Anda seharusnya adalah masa depan yang damai berdasarkan rasa hormat terhadap martabat dan hak setiap orang, serta rasa hormat terhadap sistem demokrasi yang memungkinkan setiap orang berkontribusi untuk kebaikan bersama," imbuh dia.

AFPtidak dapat menghubungi juru bicara junta untuk memberikan komentar mengenai tawaran yang dilaporkan datang dari Paus Fransiskus.

Mercusuar HAM

Suu Kyi, 78, menjalani hukuman penjara 27 tahun atas tuduhan mulai dari korupsi hingga tidak mematuhi pembatasan pandemi Covid. Pada tahun 2015, Liga Nasional untuk Demokrasi yang dipimpin Suu Kyi memenangkan pemilu demokratis pertama di Myanmar dalam 25 tahun.

Ia ditangkap oleh militer ketika melancarkan kudeta pada tahun 2021 dan dikatakan oleh media lokal mengalami masalah kesehatan selama penahanan.

Peraih anugerah Nobel Perdamaian tahun 1991 ini pernah dipuji sebagai mercusuar hak asasi manusia. Namun, ia kehilangan dukungan internasionalnya pada tahun 2017, karena dituduh tidak melakukan apapun untuk menghentikan penganiayaan tentara terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara itu.

Tindakan keras tersebut menjadi subjek penyelidikan genosida Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sedang berlangsung dan penganiayaan terus berlanjut, menurut pengungsi Rohingya di negara tetangga Bangladesh. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Gempa M4,8 Guncang Perairan 84 Km Timur Laut Ruteng Manggarai NTT.

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

Karhutla Jambi Meningkat, Wakapolda Cek Titik Panas dan Evaluasi Penanganan.

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi.

Menteri PPPA Dorong UMKM Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Pemerintah Tegaskan akan Terus Perkuat Pemberantasan Narkoba Transnasional

Netflix Umumkan Penayangan Dokumenter F1 Michael Schumacher Terbaru

Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi Kekeringan, Puluhan Ribu Hektare Sawah Diselamatkan

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Percetakan Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Pemerintah Siapkan Sebanyak 3.784 Unit Hunian Vertikal di Kawasan Manggarai

Pengendara Diminta Waspada karena Jasamarga Sedang Lakukan Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek

Bogor Siapkan Embarkasi Haji 7 Lantai Rp142 Miliar, Konsepnya Mirip Zamzam Tower!

BPBD Kalsel Sebut Delapan Kabupaten/Kota Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober

Harga Tiket AS Terbuka 2026 Tetap Tinggi, Sinner Absen Jadi Sorotan

Russell Menang Sprint GP Belanda, Antonelli Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen Formula 1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.