Menko PMK: Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Bisa Dilakukan Melalui Seni

Senin, 23 Sep 2024, 18:31 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa untuk mengedukasi masyarakat supaya siap menghadapi risiko bencana dapat dilakukan tidak hanya melalui langkah taktis, tetapi juga dengan pendekatan seni dan kreativitas.

"Semua upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menuju ketangguhan bencana harus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk seni dan kreativitas," kata dia dalam acara Malam Puncak Penganugerahan Tangguh Award 2024 yang berlangsung di Dome Park, Jakarta, Sabtu (21/9) lalu.

Ket. Foto: Menko PMK, Muhadjir Effendy — Sumber: ANTARA/BNPB

Muhadjir menjelaskan bahwa Indonesia berada di kawasan ring of fire, sebuah jalur yang mengelilingi cekungan pasifik dan merupakan pusat aktivitas gunung api dunia. Di sepanjang jalur ini, terdapat sekitar 450 gunung api, dan 127 di antaranya berada di Indonesia. Kondisi geografis ini membuat Indonesia menjadi negara dengan risiko bencana alam yang tinggi, terutama dari aktivitas vulkanik-tektonik.

"Indonesia adalah negara kedua dengan jumlah gunung api terbanyak di dunia, dan hal ini memiliki konsekuensi langsung terhadap risiko bencana, di darat maupun laut," ujar dia.

Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat Indonesia harus terus diedukasi sehingga benar-benar sadar bahwa mereka tidak memiliki pilihan lain selain bersikap positif, proaktif, dan antisipatif terhadap segala bentuk bencana yang bisa terjadi kapan saja.

"Kesadaran masyarakat harus terus dibangun. Kurangnya kewaspadaan sering kali membuat kita tidak bisa menghindari jatuhnya korban," kata Muhadjir.

Muhadjir juga menyoroti beberapa peristiwa bencana yang terjadi akibat kelalaian, salah satunya kejadian di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, yang beberapa waktu lalu dilanda banjir bandang.

Wilayah tersebut dalam sejarahnya pernah mengalami banjir bandang besar limpasan dari Gunung Api Gamalama pada 70 tahun silam. Namun karena kejadiannya sudah lama dan terjadi regenerasi di lingkungan masyarakat Rua maka sejarah itu cenderung terlupakan saat ini.

"Ditambah banyak pendatang di sana mereka tidak mengetahui rekam jejak bencana lingkungannya itu, sehingga membangun permukiman di lokasi rawan itu, Ketika permukiman semakin padat dan tiba-tiba banjir datang kembali, kampung tersebut hancur,. Ini yang harus diperhatikan jangan sampai terjadi lagi," ujar dia.

Tangguh Award 2024 merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada para pegiat seni Indonesia yang berdedikasi dalam mengedukasi masyarakat tentang kesiapan menghadapi bencana.

Acara ini telah menjadi agenda tahunan BNPB sejak tahun 2012 dan memberikan ruang bagi kreativitas di berbagai bidang seni seperti fotografi, video, desain, dan musik.

Pada kesempatan itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pihaknya berharap kesadaran masyarakat tentang risiko dan mitigasi bencana terus meningkat melalui pendekatan seni yang dinilai mampu menyampaikan pesan yang lebih menyentuh dan efektif, sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat luas. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.