Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Penyulapan' Kawasan Kumuh Bogor Terbaik

📅 Sabtu, 21 Sep 2024, 03:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
'Penyulapan' Kawasan Kumuh Bogor Terbaik Doc: ANTARA/HO-Pemkot Bogor
Ket. Jajaran Pemkot Bogor saat peluncuran program Gerobak Sae Pisan di Kampung Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor, Jawa Barat.

BOGOR - Upaya memperindah kota terus dilakukan pemkot Bogor. Bahkan kegiatan menyulap kawasan kumuh mendapat penghargaan terbaik se-Indonesia.

"Penyulapan" dengan nama Program Gerobak Sae Pisan (Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Permukiman Indah Sehat Aman Nyaman) digagas Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor. Kegiatan ini meraih peringkat pertama dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 6.

Penghargaan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) ini, diterima Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih. Kota Bogor mengungguli 64 program lain se-Indonesia. Juniarti, di Kota Bogor, Jumat, menjelaskan, program ini bertujuan mengurangi kawasan kumuh di Kota Bogor.

Selain itu, program juga berupaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

"Saya tidak percaya menjadi nomor satu karena melihat yang lain banyak menyajikan program bagus dan inovatif juga. Pesaingnya berat-berat. Syukurlah program Pemkot Bogor menjadi juara pertama," jelas Juniarti Estiningsih.

Pilot project program ini dilaksanakan di RW 02 Kampung Mantarena, Kelurahan Panaragan. Juniarti menjelaskan, lewat program ini masyarakat dapat meningkatkan pendapatan. Caranya, dengan menjual berbagai macam makanan dan minuman. Salah satunya dengan kreasi Warung Kerek.

"Warung Kerek dan jajanan tepi sungai menjadi salah satu daya tarik utama program," tandasnya.

Warung menawarkan berbagai makanan dan minuman lezat dan unik. Dengan demikian, program tidak hanya membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkenalkan kuliner lokal kepada masyarakat luas.

Menurutnya, program ini tampil berbeda dari upaya-upaya penanganan kumuh yang sudah ada lebih dulu. Terlebih, ada unsur kolaborasi pentahelix yang langkah penanganannya juga menyasar pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, dia menilai, program Gerobak Sae Pisan membuat ekonomi masyarakat meningkat, dan menjadi penguatan pencegahan kumuh kembali terulang di kemudian hari. "Disperumkim melibatkan 18 OPD, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media massa dalam percepatan penanganan kumuhnya," ujarnya.

Ke depan, Juniarti menargetkan akan mereplikasi program di 103 titik kawasan kumuh di 57 Kelurahan di Kota Bogor.

"Kemudian, program yang sudah jalan, melalui aplikasi SIPRANATA untuk melakukan kontrol dan evaluasi program Gerobak Sae Pisan," ujarnya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.