Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Pengangguran, Kemenko PMK Optimalkan Pendidikan Vokasi untuk Serap Tenaga Kerja

📅 Rabu, 18 Sep 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Pengangguran, Kemenko PMK Optimalkan Pendidikan Vokasi untuk Serap Tenaga Kerja Doc: ANTARA/Prisca Triferna
Ket. Arsip - Tangkapan layar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono dalam diskusi daring Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Senin (5/2/2024).

Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengoptimalkan pendidikan vokasi untuk menghubungkan dan mencocokkan (link and match) para lulusan yang sudah memiliki keahlian tertentu dengan dunia kerja.

"Pemerintah sudah mulai membangun dengan regulasi Peraturan Presiden Nomor: 68 tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Harapannya kita dorong melalui vokasi ini, kebutuhan-kebutuhan di sektor lapangan pekerjaan bisa diisi dengan jenjang pendidikan vokasi," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan, Kemenko PMK selama ini telah melakukan koordinasi yang melibatkan berbagai kementerian/lembaga, salah satunya dengan melibatkan pemerintah daerah dalam membangun sistem informasi ketenagakerjaan.

"Ada satu titik penting untuk bisa menyiapkan sistem informasi ketenagakerjaan, di mana masing-masing daerah akan membangun sistem tersebut, yang dikoordinasikan oleh Kemenko PMK dengan Kementerian Tenaga Kerja sebagai kementerian teknis," ucapnya.

Menurutnya, melalui sistem informasi ketenagakerjaan tersebut, pemerintah berharap informasi-informasi yang dibutuhkan di dunia kerja secara cepat dapat tersalurkan, dengan berbagai kebutuhan yang telah dipetakan pada sekolah vokasi.

"Perlu menjadi catatan, sekolah vokasi membutuhkan pembiayaan yang tidak kecil karena anak didik harus betul-betul diberikan keahlian yang siap digunakan. Di daerah-daerah, hal-hal yang baik misalnya di kawasan ekonomi khusus akan dibangun aktivitas ekonomi tertentu, oleh karena itu disiapkan di sana sekolah vokasi yang bisa mensuplai kebutuhan kawasan ekonomi khusus," tuturnya.

Ia menegaskan, apabila penawaran dan permintaan terkait vokasi sudah sejalan, pertambahan angkatan kerja yang bisa masuk ke lapangan kerja dan angka pengangguran bisa diturunkan.

Nunung juga menekankan pentingnya pembangunan manusia yang memperhatikan seluruh fase kehidupan untuk menyambut Indonesia Emas 2045, salah satunya denganlink and matchpendidikan dengan kebutuhan di dunia kerja.

"Pembangunan manusia harus memperhatikan seluruh fase kehidupan, di dunia kerja, tentunya perlu ada keterkaitan antarasupplydandemand, lalu pada usia pensiun juga perlu diperhatikan," katanya.

Dalam satu lingkaran siklus hidup pembangunan manusia, lanjutnya, perlu ada program yang melindungi seluruh fase kehidupan.

"Maka ada program yang melingkupi seluruh fase kehidupan, yang tidak kalah pentingnya adalah sistem kesehatan, perlindungan sosial mulai dari prenatal hingga lanjut usia," demikian Nunung Nuryartono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.