- Home
-
- Luar Negeri
-
- Rusia Pertimbangkan Larang...
Rusia Pertimbangkan Larangan Ekspor Uranium, Titanium, Nikel ke AS
Minggu, 15 Sep 2024, 00:01 WIBMoskow - Rusia tidak menutup kemungkinan untuk menyetopekspor logam berharga seperti uranium, titanium, dan nikel ke Amerika Serikat, kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov pada Sabtu.
Namun, Rusia akan mempertimbangkan langkah itu secara hati-hati sebelum mengambil keputusan, katanya.
"Kemungkinan akan ada beragam tindakan ekonomi balasan (dari Rusia) terhadap sanksi (yang dijatuhkan AS)," kata Ryabkov.
"Kami sedang mengkaji untung-ruginya, menilai konsekuensinya; kami tak bisa begitu saja mengambil keputusan gegabah di sini," kata dia saat menjawab pertanyaan wartawan soal pembatasan ekspor uranium, titanium, dan nikel Rusia ke AS.
Pemerintah Rusia di bawah Presiden Vladimir Putinberhati-hati untuk mengambil tindakan yang bisa disesali di kemudian hari, kata sang diplomat.
"Jadi, lihat saja nanti," ujarnya. "Namun, kami tidak bisa mengesampingkan tindakan balasan yang keras."
Ryabkovmenyebut tindakanAS dan negara-negara Barat telah mencapai skala "agresi ekonomi total" terhadap Rusia.
"Oleh karena itu, respons kami juga akan maksimal," katanya, menambahkan.
Sebelumnya pada Rabu, Putin mengatakan bahwa Rusia, yang kaya dengan cadangan bahan mentah, harus mempertimbangkan pembatasan ekspor sejumlah bahan tersebut, termasuk uranium, titanium dan nikel.
Namun, hal itu jangan sampai merugikan kepentingan Rusia, katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
RI Eksportir Minyak Atsiri No.5 Dunia, Nilam Jadi Andalan Tembus Industri Kosmetik & Farmasi
-
Peluang ekspor bawang goreng khas Palu
-
Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan
-
Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau
-
4,45 Juta IKM Wajib Hijau Kalau Mau Tembus Rantai Pasok Global & Akses Pembiayaan
-
Pemprov DKI Dukung Program Sejuta Vaksin HPV untuk ASN dan Keluarga
-
Ekspor TPT Semester I 2026 Capai USD4,85 Miliar, Serap 3,8 Juta Pekerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.