Hampir 40% Hutan Hujan Amazon yang Sangat Penting bagi Iklim Tidak Terlindungi

Jumat, 13 Sep 2024, 00:04 WIB

SAO PAULO - Para ilmuwan sepakat bahwa melestarikan hutan hujan Amazon sangat penting untuk memerangi pemanasan global, tetapi data baru pada hari Rabu (11/9), menunjukkan bahwa sebagian besar hutan yang paling penting bagi iklim dunia ini masih belum terlindungi.

"Hampir 40 perseb wilayah hutan hujan Amazon yang paling penting untuk mengekang perubahan iklim belum diberikan perlindungan khusus dari pemerintah, baik sebagai cagar alam maupun cagar adat," bunyi analisis oleh lembaga nirlaba Amazon Conservation.

Ket. Foto: Pemandangan dari drone atas kehancuran akibat kebakaran hutan di Amazon di area Jalan Raya Trans-Amazon BR230 di Labrea, negara bagian Amazonas, Brasil, 4 September 2024. — Sumber: istimewa

Dikutip dari The Straits Times, nenurut data, wilayah tersebut terletak di ujung barat daya Amazon di Peru dan ujung timur laut di Brasil, Guyana Prancis, dan Suriname.

"Bagian-bagian Amazon tersebut memiliki pohon-pohon terbesar, terpadat, dan tutupan kanopi paling berkelanjutan," kata Matt Finer, yang memimpin Proyek Pemantauan Amazon Andes atauMonitoring of the Andean Amazon Project (MAAP) dari Amazon Conservation.

Artinya, wilayah tersebut menyimpan karbon paling banyak, yang akan terlepas ke atmosfer sebagai gas rumah kaca yang menghangatkan iklim jika rusak akibat kebakaran atau penebangan.

"Ini benar-benar memberikan peta jalan keseluruhan dalam hal beberapa area dengan karbon tertinggi yang penting untuk dilindungi," kata Finer.

"Mereka benar-benar menunjukkan bagian Amazon yang paling murni yang masih tersisa."

Amazon Conservation menganalisis data baru dari perusahaan pencitraan satelit Planet yang menggunakan laser untuk mendapatkan gambaran tiga dimensi hutan dan menggabungkannya dengan model pembelajaran mesin.

Hanya vegetasi di atas tanah yang dipertimbangkan, dan bukan karbon di bawah tanah pada akar dan tanah.

Analisis MAAP menunjukkan 61 persen dari wilayah puncak karbon di Amazon dilindungi sebagai cagar alam adat atau lahan lindung lainnya, tetapi sisanya secara umum tidak memiliki penunjukan resmi.

Di Brasil, Suriname, dan Guyana Prancis, tingkat perlindungannya lebih rendah dengan hanya 51 persen area puncak karbon yang diberi label untuk pelestarian.

Peru melindungi sebagian besar wilayah kritisnya, tetapi sebagian wilayah yang tidak dilindungi telah ditetapkan sebagai kawasan penebangan.

MAAP menerbitkan analisis bulan lalu yang menunjukkan bahwa Amazon mengandung 71,5 miliar ton karbon, sekitar dua kali lipat emisi karbon dioksida global untuk tahun 2022.

Analisis tersebut menunjukkan Amazon hanya menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya dalam dekade menjelang 2022, sebuah sinyal positif bagi iklim dunia.

Namun hal itu masih menjadi area perdebatan sengit, dengan penelitian lain menunjukkan Amazon telah berubah menjadi sumber emisi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.