PM Kamboja Serukan Pelaku Ekspor Pertanian Manfaatkan Keuntungan RCEP

Kamis, 12 Sep 2024, 00:04 WIB

Phnom Penh - Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet pada Selasa (10/9) menyerukan para pengekspor produk pertanian untuk menyasar negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan negara kerajaan itu agar dapat memperoleh manfaat maksimal dari pakta perdagangan tersebut.

Kamboja merupakan salah satu negara anggota perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), dan negara Asia Tenggara tersebut juga memiliki serangkaian perjanjian perdagangan bebas bilateral dengan China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Kesepakatan-kesepakatan perdagangan itu memungkinkan Kamboja mengekspor produknya ke negara-negara tersebut dengan tarif preferensial.

Saat menyampaikan pidato dalam upacara penutupan forum beras tahunan di Phnom Penh, Hun Manet mengatakan bahwa RCEP serta perjanjian perdagangan bebas bilateral tersebut harus dimanfaatkan sepenuhnya.

Hun Manet juga mendesak para produsen dan pengekspor untuk memprioritaskan kualitas, standar, dan stabilitas rantai pasokan guna memastikan persaingan jangka panjang sekaligus membangun reputasi yang kuat bagi produk Kamboja.

RCEP terdiri dari 15 negara Asia-Pasifik termasuk 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), serta lima mitra dagang mereka, yakni China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Kin Phea, direktur jenderal Institut Hubungan Internasional Kamboja, sebuah wadah pemikir (think tank) di bawah naungan Akademi Kerajaan Kamboja, mengatakan kepada Xinhua bahwa RCEP dan perjanjian perdagangan bebas bilateral itu membuka pasar yang besar bagi produk pertanian Kamboja dengan konsesi tarif.

"RCEP dan perjanjian perdagangan bebas bilateral, bersama dengan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), akan membantu Kamboja mencapai tujuan ambisiusnya untuk menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas pada 2030 serta negara berpenghasilan tinggi pada 2050," tuturnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wagub Rano Karno Sapa Peserta Jamnas XII, Dorong Pramuka Jadi Agen Perubahan

Operasi Lutut Lebih Aman dan Terukur, RS Premier Bintaro Hadirkan Teknologi ROSA

Esports Nations Cup Ditunda ke November 2027, Ini Alasan Resmi EF

Purbaya: Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Paling Cepat bisa Berlaku September 2026

Ajang Lari Cirebon QRIS Run 2026, Sarana Pemkot Cirebon Gencarkan Penggunaan QRIS

Inovasi Investasi dan Layanan Privilege Antarkan Danamon Raih Dua Penghargaan

Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT

Purbaya: Insentif Motor Listrik Sudah Bisa Berlaku Mulai September 2026

7.000 Warga Pulau Palue Butuh Air Bersih, KemePU Kerahkan Tandon dan Survei Geolistrik

Gempa Flores Rusak 4 Pasar Tradisional, Mendag: Pasar Inpres Ruteng Ditutup Sementara

OT Group Konsisten Gelar Upacara Kemerdekaan di Pabrik dan Depo

LG Perkuat Pemasaran WashTower, Gandeng Dealer Spesialis untuk Perluas Edukasi Konsumen

Nelayan Kendari Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi dan Angin Kencang pada 19 hingga 22 Agustus 2026

KAI Bangun 8 Tower Rusun MBR di Manggarai, Harga dan Skema Kredit Jadi Sorotan

Triwulan II-2026, Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbun 5,65%

InJourney Destination Bantu Rehab Rumah Nenek Kroniah di Sleman Agar Layak Huni

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Pascagempa di NTT, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi Normal

Sumatera Utara Diprediksi BMKG Masih Berpotensi Hujan Sepekan ke Depan

Sejarah Mencatat! Akan Ada Pemain Indonesia Pertama Berlaga di Liga Champions

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.