Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bekasi Ajak Swasta Tangani 'Stunting'

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 03:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Bekasi Ajak Swasta Tangani 'Stunting' Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Direktur Utama PT Harrosa Darma Nusantara Hartono M Fadli menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada Camat Cikarang Pusat Edward Sutarman di sela penyaluran bantuan simbolis dalam rangka penanganan stunting di Aula Kantor Kecamatan Cikarang Pusat, Senin.

BEKASI - Setiap pemda terus bergegas menekan stunting, termasuk Pemerintah Kabupaten Bekasi. Untuk mempercepat penurunan tumbuh kembang anak Pemkab Bekasi menggandeng swasta.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin, mengatakan penanganan stunting akan lebih maksimal apabila didukung berbagai elemen, termasuk swasta. Pemkab dan dunia usaha mengadakan kegiatan edukasi serta pemberian makanan tambahan kepada warga sasaran program.

"Apresiasi sebesar-besarnya kepada dunia swasta yang turut andil dalam upaya menurunkan prevalensi stunting karena pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk mendapatkan hasil optimal," jelas Jaoharul.
Dia menyatakan, sedikitnya 4.000 anak Bekasi masuk kategori stunting.

Mereka memerlukan kontribusi segenap elemen guna menangani secara optimal. Sebab alokasi pembiayaan daerah tidak mampu menjangkau seluruh aspek penanganan. "Apabila hanya mengandalkan APBD, tidak mungkin menjangkau semua kebutuhan," tandasnya.

Sebab ada keperluan pengobatan, pemberian gizi, hingga pemberian makanan tambahan. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, penanganan stunting Kabupaten Bekasi bisa berjalan maksimal.

Kegiatan penanganan kasus tumbuh kembang anak kali ini menyasar warga Kecamatan Cikarang Pusat. Kegiatan diisi dengan seminar kesehatan dirangkaikan pemeriksaan kesehatan gratis. Juga pemberian makanan tambahan hingga bantuan sarana dan prasarana penunjang kebutuhan perbaikan gizi anak.

Sejumlah elemen masyarakat turut hadir dalam kegiatan ini mulai dari masyarakat sekitar. Ada juga Camat Cikarang Pusat Edward Sutarman, perwakilan Kawasan Industri GIIC, Ketua dan Anggota PKK Kecamatan Cikarang Pusat, Kepala Puskesmas Sukamahi, Kepala Desa Sukamahi beserta jajaran.

Perwakilan swasta yang terlibat, Gunardi Prakosa, berkomitmen membantu pemerintah daerah untuk mendorong penurunan angka stunting Kabupaten Bekasi, khususnya area sekitar perusahaan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui seminar kesehatan tentang stunting bekerja sama dengan RS EMC Cikarang.

Seminar ini bertujuan memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat, terutama para orang tua dan calon orang tua. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.