Presiden Macron Tunjuk Michel Barnier sebagai PM

Sabtu, 07 Sep 2024, 02:29 WIB

PARIS - Perdana Menteri baru Prancis yang berhaluan kanan, Michel Barnier, pada Kamis (5/9) berjanji untuk mengatasi keluhan rakyat Prancis dan juga membawa perubahan saat ia menjabat setelah terjadi hampir dua bulan kebuntuan politik di negaranya.

Presiden Emmanuel Macron menunjuk politisi veteran berusia 73 tahun itu untuk membentuk pemerintahan pada hari sebelumnya, berupaya untuk bergerak cepat setelah pemilihan jeda pada bulan Juli lalu membuat aliansi sentrisnya kehilangan mayoritas relatif di parlemen.

Ket. Foto: PM Baru l PM Prancis yang baru diangkat, Michel Barnier (kanan), berjabat tangan dengan mantan PM Gabriel Attal, saat upacara serah terima jabatan di Hotel Matignon, Paris, pada Kamis (5/9). Sebelumnya Presiden Emmanuel Macron menunjuk Barnier sebagai PM Prancis yang baru untuk menggantikan Attal. — Sumber: AFP/STEPHANE DE SAKUTIN

Barnier, mantan negosiator Brexit Uni Eropa dan mantan menteri luar negeri, adalah perdana menteri tertua dalam sejarah Prancis modern. Ia menggantikan Gabriel Attal yang berusia 35 tahun, seorang pria yang usianya kurang dari setengah usianya yang hanya menjabat selama delapan bulan selama periode pergolakan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa waktu terakhir di Prancis.

Dalam upacara serah terima jabatan, Barnier mengatakan prioritas pemerintahannya akan mencakup menanggapi, semampu kami, tantangan, kemarahan, dan penderitaan rakyat Prancis. Ia juga mengatakan bahwa pendidikan, keamanan dan pengendalian imigrasi akan tetap menjadi prioritas utama, serta menyatakan ia tidak akan takut untuk menyampaikan kebenaran mengenai isu-isu sulit seperti utang finansial negara tersebut.

"Namun akan ada juga perubahan," kata anggota Partai Republik sayap kanan (LR) yang tidak berafiliasi dengan faksi sentris presiden.

Koalisi sayap kiri muncul sebagai kekuatan politik terbesar Prancis setelah pemilu awal musim panas ini, tetapi tak memiliki cukup kursi untuk mencapai mayoritas keseluruhan dalam kekacauan yang membutuhkan waktu beberapa pekan untuk terungkap.

Faksi sentris Macron dan faksi paling kanan membentuk dua kelompok besar lainnya di Majelis Nasional, dengan RN sebagai partai tunggal terbesar. Pihak kiri menyambut langkah Macron untuk kerja sama dengan Barnier dengan cemas, dan sekarang akan berusaha menggulingkannya dengan mosi tidak percaya.

Yang kontroversial, presiden tampaknya mengandalkan Partai National Rally (RN) sayap kanan pimpinan Marine Le Pen untuk mempertahankan Barnier tetap berkuasa dengan memberikan suara menentang usulan tersebut.

Kompatibel

Barnier hampir dipandang sebelah mata dalam kehidupan politik Prancis sejak gagal memenangkan nominasi partainya untuk menantang Macron dalam pemilihan presiden tahun 2022, selama kampanye di mana ia condong lebih ke kanan dan menyarankan moratorium imigrasi.

Mantan menteri luar negeri dan komisioner Uni Eropa tersebut kompatibel dengan Macron dan tidak akan langsung disingkirkan oleh parlemen, kata seorang penasihat presiden yang meminta untuk tidak dirahasiakan jati dirinya.

Seorang menteri dalam pemerintahan yang akan berakhir masa jabatannya, yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa dia sangat populer di kalangan anggota parlemen sayap kanan tanpa menjadi pengganggu di kalangan kiri.

RN mengindikasikan pihaknya tidak akan secara otomatis menolak Barnier dan akan menunggu dan melihat program apa yang ia sampaikan dalam pidato pertamanya di parlemen. "Kita akan menunggu untuk melihat pidato kebijakan Barnier," ucap Le Pen. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.