BKSDA Kalimantan Selatan Pantau Beruang Madu Muncul Tiga Kali di Desa Kuripan
Kamis, 05 Sep 2024, 16:55 WIBBANJARMASIN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) menerjunkan tim rescueuntuk memantau dengan intens satwa liar beruang madu yang muncul ketiga kalinya di Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala.
Kepala BKSDA Kalsel Agus Ngurah Krisna saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis, mengatakan laporan diterima berdasarkan pantauan pihak kecamatan. Masyarakat setempat melihat satwa liar itu muncul pada Selasa (3/9), di permukiman warga.
"Sementara ini kita menduga ada satu ekor beruang madu yang masih berkeliaran. Ini laporan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya laporan pertama pada Januari dan laporan kedua pada Juni lalu, namun proses evakuasi saat itu gagal," katanya.
Agus menyebutkan untuk laporan ketiga kalinya ini, pihaknya telah menerjunkan timrescueberjumlah enam orang yang akan memantau dengan intens aktivitas beruang madu tersebut di Kuripan dan sekitarnya.
"Kami sudah memasang kandang jebak. Tim juga menyiapkan senjata bius dan kelengkapan penunjang lainnya," ucapnya.
Dia mengungkapkan hingga saat ini, sudah ada tiga ekor beruang madu yang berhasil dievakuasi yang berasal dari tiga lokasi berbeda, yakni dari Kecamatan Margasari (Kabupaten Barito Kuala), Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Tapin. Dan sementara ini ditempatkan di kandang transit.
Agus menjelaskan terkait munculnya satwa liar ini ke permukiman warga di Barito Kuala disebabkan banyak faktor, seperti kurangnya pakan di habitat, gangguan akibat aktivitas manusia, berkurangnya luashabitat, dan bisa jadi kawasan itu merupakan jalur jelajah habitat beruang madu.
Menurutnya, perlu dilakukan kajian terkait daya dukung habitat beruang madu di Kabupaten Barito Kuala apakah masih layak atau tidak sebagai habitat satwa liar tersebut.
Dia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan ke BKSDA Kalsel ataupun aparat terdekat jika melihat beruang madu dan satwa liar lainnya muncul di permukiman warga ataupun di tempat umum lainnya.
"Saya mengajak seluruh pihak dapat menjaga kelestarian satwa liar dan habitatnya di mana pun dengan cara tidak diburu, tidak memperjualbelikan, dan tidak memelihara satwa liar," ujar Agus. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Herdman Matangkan Strategi Hadapi Piala AFF
-
Detroit dan Jefferson County Jadi Cermin, Salah Kelola Obligasi Daerah Berujung Petaka
-
Mulai 2027 OJK akan Bentuk Satgas Persiapkan Pengawasan Bursa Mineral
-
Perpanjangan masa tanggap darurat pascagempa Flores
-
Bantu Korban Gempa NTT, BNPB Terima 34,38 Ton Bantuan Logistik dari TNI AU dan Jakarta
-
Manfaatkan Sampah Jadi Gas Metana, Inovasi Pengolahan Limbah Dikembangkan di Makassar
-
Jutaan Lapangan Kerja Hijau Disiapkan, Bappenas Incar Lompatan Pertumbuhan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.