Palangka Raya Catat 999 Kebakaran Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 1.467 Hektare.
Kamis, 05 Nov 2026, 16:55 WIBPemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memperkuat penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul tercatat 999 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar 1.467,65 hektare selama periode 1 Juni hingga 2 November 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi di Palangka Raya, Kamis, mengatakan pembasahan dan penanganan melalui pengerahan personel dan peralatan pemadaman serta penguatan koordinasi lintas instansi.
"Selama periode 1 Juni sampai 2 November 2026, kami mencatat terjadi 999 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.467,65 hektare. Pembasahan kami lakukan di wilayah rawan terbakar dan di tempat dengan titik panas lebih tinggi dibanding tempat lain," katanya.
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah karhutla terbanyak, yakni 627 kejadian, disusul Kecamatan Sebangau 190 kejadian, Bukit Batu 89 kejadian, Pahandut 87 kejadian, dan Rakumpit enam kejadian.
Ia mengatakan pembasahan lahan gambut langkah penting mencegah karhutla dengan menjaga ketersediaan air dan kelembapan tanah. Upaya ini melalui pembangunan sekat kanal, sumur bor, serta pengaturan tata air agar gambut tidak mudah mengering dan terbakar saat musim kemarau.
"Selain menekan risiko kebakaran, pembasahan gambut membantu memulihkan fungsi ekologis lahan, menjaga vegetasi dan habitat flora-fauna, serta mengurangi emisi karbon akibat pengeringan dan kebakaran gambut," katanya.
Dia mengatakan pembasahan gambut juga untuk membantu melindungi permukiman dan sumber penghidupan dari ancaman karhutla. Upaya ini juga mengurangi risiko paparan asap sehingga membutuhkan pemeliharaan infrastruktur tata air, pemantauan, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
"Potensi kebakaran ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel dan peralatan ke lokasi untuk mempercepat pemadaman serta mencegah api meluas, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi kebakaran lebih besar saat musim kemarau," katanya.
Dalam pelaksanaan, BPBD berkolaborasi dengan Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemadam kebakaran, relawan, masyarakat peduli api (MPA), serta perangkat kecamatan dan kelurahan sesuai wilayah terdampak.
Sinergi lintas instansi tersebut dilakukan melalui pemadaman darat, patroli terpadu, pemantauan kawasan rawan, hingga penyediaan sumber air di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kebakaran.
Selain penanganan di lapangan, BPBD juga memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin di kawasan rawan karhutla, sosialisasi kepada masyarakat, penyebarluasan informasi peringatan dini, serta pemetaan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Muhammad Heri Pauzi mengatakan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan untuk mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
"Kami terus mengedepankan upaya pencegahan karena jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," katanya.
Pemerintah daerah juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan personel, peralatan, dan logistik selama musim kemarau.
BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun, tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap kepada BPBD, aparat kelurahan, maupun layanan darurat terdekat.
Heri mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla agar potensi kebakaran meluas dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Pemkot Palangka Raya perkuat tangani karhutla lewat pembasahan gambut
Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memperkuat penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul tercatatnya 999 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.467,65 hektare selama periode 1 Juni hingga 2 November 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi di Palangka Raya, Kamis, mengatakan pembasahan dan penanganan dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan pemadaman serta penguatan koordinasi lintas instansi.
"Selama periode 1 Juni sampai 2 November 2026Â kami mencatat terjadi 999 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.467,65 hektare. Pembasahan kami lakukan di wilayah rawan terbakar dan di tempat dengan titik panas lebih tinggi dibanding tempat lain," katanya.
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak yakni 627 kejadian, disusul Kecamatan Sebangau 190 kejadian, Bukit Batu 89 kejadian, Pahandut 87 kejadian, dan Rakumpit enam kejadian.
Budi mengatakan pembasahan lahan gambut merupakan langkah penting untuk mencegah karhutla dengan menjaga ketersediaan air dan kelembapan tanah. Upaya ini dilakukan melalui pembangunan sekat kanal, sumur bor, serta pengaturan tata air agar gambut tidak mudah mengering dan terbakar saat musim kemarau.
"Selain menekan risiko kebakaran, pembasahan gambut membantu memulihkan fungsi ekologis lahan, menjaga vegetasi dan habitat flora-fauna, serta mengurangi emisi karbon akibat pengeringan dan kebakaran gambut," katanya.
Dia menambahkan pembasahan gambut itu juga untuk membantu melindungi permukiman dan sumber penghidupan dari ancaman karhutla. Upaya ini juga mengurangi risiko paparan asap sehingga membutuhkan pemeliharaan infrastruktur tata air, pemantauan, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
"Potensi kebakaran ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel dan peralatan ke lokasi untuk mempercepat pemadaman serta mencegah api meluas, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi kebakaran lebih besar saat musim kemarau," katanya.
- Karhutla Palangka Raya 2026
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.