Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemlu Sebut IAF ke-2 Dihadiri Lebih dari 1.400 Peserta

📅 Senin, 02 Sep 2024, 00:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemlu Sebut IAF ke-2 Dihadiri Lebih dari 1.400 Peserta Doc: ANTARA/Katriana
Ket. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (ASPASAF) Abdul Kadir Jailani berbicara setelah konferensi pers yang diadakan di sela-sela rangkaian acara IAF ke-2 di Badung, Bali, Minggu (1/9/2024).

Badung - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 di Bali pada 1-3 September 2024 akan dihadiri lebih dari 1.400 peserta, dan dibuka Presiden Joko Widodo bersama Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP).

"IAF ke-2 ini menurut catatan kami akan dihadiri oleh lebih dari 1.400 peserta, yang terdiri dari berbagai lembaga," kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (ASPASAF) Abdul Kadir Jailani dalam konferensi pers yang diadakan di sela-sela rangkaian acara IAF ke-2 di Badung, Bali, Minggu.

Abdul Kadir mengatakan forum tersebut akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah Joint Leaders Session bersama dengan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP) dan dihadiri oleh lebih dari 1.400 peserta yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan dan lembaga.

Pihak-pihak yang ia sebutkan akan hadir di forum itu adalah perwakilan dari pemerintah, kalangan swasta atau bisnis, dan akademisi serta konsul-konsul kehormatan Indonesia di beberapa negara di Afrika.

"Seperti diketahui bahwa Indonesia tidak hanya memiliki kedutaan besar, tapi kita juga memiliki konsul-konsul kehormatan di beberapa negara Afrika," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa forum itu tidak saja dilakukan dalam bentuk pleno, tetapi jugaleaders session, di mana Indonesia dapat melakukan pembicaraan langsung dengan para pemimpin dari beberapa negara Afrika yang hadir.

"Ini adalah terobosan baru untuk menyelenggarakan dalam bentuk seperti ini," kata Abdul Kadir.

Selain itu, dalam forum tersebut juga akan diadakanbusiness matching, diskusi panel sertaside events, dengan salah satuside eventsyang telah diadakan adalah Forum Parlemen Indonesia-Afrika atau Indonesia-Africa Parliamentary Forum (IAPF).

Selanjutnya secara khusus, para konsul kehormatan Indonesia di Afrika juga akan menggelar pertemuan khusus dalam upaya memperkokoh hubungan bilateral dengan negara-negara Afrika.

Dengan mengambil tema "Bandung Spirit for Africa's Agenda 2063", Indonesia ingin menjadikan Bandung Spirit yang diadopsi dari Konferensi Asia Afrika 1955 sebagai fondasi untuk melanjutkan pembangunan kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara Afrika di masa mendatang.

Beberapa kerja sama yang akan diprioritaskan dalam forum tersebut antara lain kerja sama dalam transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan.

Hasil konkret yang diharapkan dapat dicapai antara lain perjanjian antara pemerintah atau G-to-G, kesepakatan bisnis G-to-B maupun B-to-B, dan Grand Design pembangunan Indonesia dengan Afrika, termasuk dengan negara-negara ketiga melaluitriangular cooperation, dengan target kesepakatan bisnis hingga 3,5 miliar dolar AS (sekitar Rp53,9 triliun).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.