- Home
-
- Luar Negeri
-
- Paus 'Mata-mata Russia' Hv...
Paus 'Mata-mata Russia' Hvaldimir Ditemukan Mati di Norwegia
Minggu, 01 Sep 2024, 11:39 WIBJAKARTA - Seekor paus beluga bernama Hvaldimir yang menarik perhatian dunia pada tahun 2019 ditemukan mati di Norwegia, menurut sebuah laporan.
Mengutip NDTV, paus sepanjang 14 kaki dan berat 2.700 pon itu terlihat mengenakan tali kekang yang tampaknya dirancang untuk kamera lima tahun lalu, sehingga internet menjulukinya Hvaldimir si paus mata-mata.
Tali kekang itu bertuliskan "peralatan" dari St. Petersburg, yang memicu spekulasi luas bahwa paus itu adalah bagian dari misi pengintaian Russia. Misteri itu semakin dalam karena tidak ada klaim kepemilikan resmi yang dibuat oleh Russia, yang membuat dunia bertanya-tanya apakah paus ini adalah mata-mata atau hanya paus malang yang terjebak dalam situasi aneh.
Media lokal melaporkan Hvaldimir ditemukan pada hari Sabtu (31/8) waktu setempat oleh seorang ayah dan anak yang sedang memancing di perairan lepas pantai Risavika di selatan Norwegia. Masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kematiannya.
Pergerakan Hvaldimir dipantau setiap hari oleh lembaga nirlaba Marine Mind dan berita kematiannya diketahui sangat mengejutkan bagi orang-orang terdekatnya.
Pendiri kelompok tersebut, Sebastian Strand, mengatakan pada bulan Agustus, Hvaldimir tampak baik-baik saja. "Paus itu memiliki kondisi tubuh yang baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda penderitaan mental," katanya.
Dalam pernyataan singkatnya pada Sabtu malam, Strand mengatakan kepada Yahoo News, telah terjadi "kekacauan" setelah kematian Hvaldimir dan dia berupaya untuk mencoba "memberikan keadilan kepadanya" dan memastikan jenazahnya diperlakukan dengan hormat.
Dia kemudian mengkonfirmasi tubuh paus itu telah ditempatkan di truk berpendingin, menjelang otopsi pada hari Senin.
Paus beluga Hvaldimir, yang namanya merupakan gabungan dari kata Norwegia untuk paus, "hval," dan nama Russia Vladimir, dengan cepat menjadi subjek daya tarik global. Tidak seperti beluga lainnya, yang biasanya menghuni perairan Arktik yang terpencil dan dingin, Hvaldimir tampak sangat nyaman di sekitar manusia, sehingga para ahli percaya bahwa ia telah ditawan selama sebagian besar hidupnya.
"Ini sangat menyayat hati. Dia telah menyentuh hati ribuan orang di Norwegia," kata Sebastian Strand, seperti dikutip New York Times.
Tahun lalu, Norwegia meminta warganya untuk menghindari segala jenis kontak dengan Hvaldimir yang terlihat di fjord dekat Oslo.
"Paus putih yang dikenal sebagai "Hvaldimir" kini tinggal di bagian dalam Oslofjord. Ini berarti paus tersebut telah tiba di daerah yang sangat padat penduduknya, dan risiko paus tersebut terluka akibat kontak dengan manusia pun menjadi jauh lebih besar," demikian pernyataan dari Direktorat Perikanan Norwegia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Rekrut Mantan Pejabat AS, Mulai Terkuak Think Tank Singapura Diduga Bagian dari Operasi Intelejen Asing
-
Wali Kota Bandung Bertekad Perkuat Strategi Stop HIV/AIDS
-
Minta Tambahan Rp984 Triliun! Menkeu Purbaya Yudhi Beri Isyarat "Pangkas" Usulan Anggaran K/L
-
Lahan Terbatas Bukan Hambatan, DPRD Depok Jadikan Yonif TP 899 Model Urban Farming
-
Tayang Oktober, Guillermo del Toro Siapkan Pan's Labyrinth Versi 3D Tanpa AI: 'Kami Melindungi Warisan Seni'
-
Dorong Pengembangan Transportasi Berkelanjutan, Indonesia dan Eropa Perkuat Kemitraan
-
PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Monitoring Distribusi BBM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.