Atasi Pencemaran Laut, Indonesia dan Australia Tandatangani MoU
Sabtu, 31 Agu 2024, 13:15 WIBJAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Pemerintah Australia melalui Australian Maritime Safety Authority (AMSA) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Standard Operating Procedure (SOP) terkait Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Laut Lintas Batas Negara.
Penandatanganan MoU ini dilakukan secara simbolis oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Jon Kenedi, mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan CEO AMSA, Mick Kinley. Sedangkan penandatanganan SOP dilakukan oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Jon Kenedi dan Executive Director of Response AMSA, Mark Morrow, disaksikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan dan Transport Counsellor Australian Embassy, Michelle La Rue, di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.
Lollan mengatakan, penandatanganan MoU dan SOP ini merupakan perwujudan kerja sama bilateral yang kuat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dalam menjaga dan menanggulangi pencemaran lingkungan laut, khususnya pada insiden darurat tumpahan minyak di laut.
"Melalui kerjasama ini, kedua negara dapat membentuk dan memperkuat kerjasama internasional yang saling menguntungkan dalam hal kesiapsiagaan dalam penanggulangan pencemaran akibat tumpahan minyak laut," ujar Lollan dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Senada dengan Lollan, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Jon Kenedi, mengatakan penandatanganan nota kesepahaman dan SOP ini merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Australia dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan pencemaran laut.
"Hal ini mencerminkan komitmen bersama kita untuk menjaga laut kita agar tetap aman dan bersih" tegas Jon.
Selanjutnya, Jon menjelaskan, melalui MoU ini, kedua negara sepakat untuk membentuk sebuah kesepahaman mengenai keuntungan memasukkan persyaratan internasional untuk keselamatan kapal dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan, mendorong mekanisme kerjasama regional untuk membangun kecakapan dan kemampuan dalam pencegahan dan penanggulangan kejadian pencemaran tumpahan minyak laut, serta mendorong adanya bantuan yang saling menguntungkan dalam mempersiapkan, mengendalikan dan menanggulangi kejadian pencemaran tumpahan minyak di laut.
Dengan adanya MoU ini, Indonesia dan Australia dapat melakukan pertukaran informasi mengenai kemampuan dan perencanaan dalam penanggulangan pencemaran tumpahan minyak dalam skala nasional, kerjasama untuk membangun kemampuan penanggulangan pencemaran tumpahan minyak di laut, prosedur penyampaian informasi mengenai potensi, ancaman atau kejadian pencemaran tumpahan minyak, membuat prosedur koordinasi operasi bersama penanggulangan pencemaran tumpahan minyak di laut, dan membuat kesepahaman bersama mengenai prinsip-prinsip tanggung jawab dan kompensasi pada pencemaran tumpahan minyak di laut.
Pada kesempatan tersebut, Jon menyoroti kerja sama yang baik antara Indonesia dan Australia. Ia mengatakan, penyusunan dan penyelesaian dokumen MoU dan SOP ini merupakan hasil usaha bersama yang diyakininya akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
"Saya berharap penandatanganan ini menandai dimulainya tindakan konkret dan kolaborasi lebih lanjut antara kedua belah pihak. Mari kita bekerja sama untuk memastikan bahwa semua yang telah kita sepakati berhasil dilaksanakan dan menghasilkan hasil positif," tutup Jon.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
PLN Tingkatkan Daya Listrik Gedung Data Center hingga 21 MVA
-
Album “Arirang” BTS Kembali Masuk 10 Besar Billboard 200
-
Borneo FC Tempel Persib di Puncak Klasemen Setelah Kalahkan Persita 2-0
-
Menperin: Insentif Kendaraan Listrik Kian Relevan, Tekan Emisi hingga Lindungi Tenaga Kerja
-
Pemkab Natuna Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Garuda di Wilayah Perbatasan
-
Pemerintah Telah Tetapkan 460 Cagar Budaya Nasional dari Target 1.000
-
Dihantam Skor Tragis 0-6 di Set Penentu, Petenis No. 1 Dunia Aryna Sabalenka Terdepak dari French Open
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.