Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira yang Sudah Lama Ditunggu, 177.300 Benih Lobster Dilepasliarkan di Perairan Kepri

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira yang Sudah Lama Ditunggu, 177.300 Benih Lobster Dilepasliarkan di Perairan Kepri Doc: ANTARA/Teguh Prihatna
Ket. Polisi menunjukkan barang bukti anakan buaya saat pengungkapan kasus penyelundupan di Polda Kepri, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (30/5/2024).

Batam - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepulauan Riau bersama Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) melepasliarkan 177.300 benih baby lobster hasil penyeludupan yang digagalkan di Perairan Pulau Pengelap dan Pulau Abang.

Kepala Kantor DJBC Khusus Kepulauan Riau Priyono Triatmojo dikonfirmasi di Batam, Rabu, menyebut 177.300 benih baby lobster jenis lobster pasir itu diperkirakan bernilai kurang lebih Rp17,7 miliar.

Ratusan ribu benih baby lobster pasir itu gagal diseludupkan setelah Satgas Patroli Laut Bea Cukai dan instansi terkait lainnya melakukan pengejaran terhadap dua hight speed craft (HSC) yang diduga akan menyeludupkan sumber daya laut bernilai tinggi tersebut dengan modus "ship to ship" (STS).

"Jadi benih baby lobster langsung dilepasliarkan ke perairan laut di wilayah Perairan Pulau Kambing, Kepulauan Riau," katanya.

Turut hadir dalam pelepasliaran tersebut perwakilan dari Lanal TBK, Polres Karimun, Stasiun Bakamla Karimun, PSDP Tanjung Balai Karimun serta Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau, Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Pekan lalu, Kamis (22/8) juga dilaksanakan pelepasliaran 695.500 ekor benih lobster senilai Rp90 miliar di Perairan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau oleh PSDP Wilayah Batam bersama Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau.

Berdasarkan data Ditjen PSDKP sepanjang 2024 ini aparat penegak hukum di Indonesia berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak 2,4 juta ekor, dengan nilai diperkirakan mencapai Rp418 miliar.

Salah satu alasan utama di balik maraknya penyeludupan benih lobster ini karena harga jualnya yang tinggai di pasar internasional, yakni Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per ekor.

Selain harga, budidaya lobster di Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan di Vietnam yang sudah menggunakan teknologi maju. Sehingga penyelundupan ke negara tersebut terbilang tinggi.

Adapun modus para pelaku menyelundupkan benih lobster Indonesia dengan menyelundupkan langsung dari tempat pengepul naik HSC, dari Sumatera langsung ke negara tujuan.

Selain di Sumatera, modus penyeludupan benih lobster juga terjadi di Pulau Jawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.