Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legenda Bulu Tangkis Candra Wijaya Soroti Penampilan Duet Baru Leo/Bagas dan Fikri/Daniel

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Legenda Bulu Tangkis Candra Wijaya Soroti Penampilan Duet Baru Leo/Bagas dan Fikri/Daniel Doc: ANTARA/Zaro Ezza Syachniar
Ket. Legenda bulutangkis Indonesia Candra Wijaya ketika ditemui awak media setelah konferensi pers turnamen “12th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2024 Presented by Candra Wijaya" di Jakarta, Senin (26/8/2024).

Jakarta - Legenda bulu tangkis peraih emas Olimpiade Sydney 2000 Candra Wijaya menyoroti penampilan dua duet ganda putra Indonesia baru Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin yang baru saja debut di Japan Open di Yokohama Kanagwa pekan lalu.

Kedua pasangan yang semula dikenal dengan Leo/Daniel dan Bagas/Fikri itu mengawali debut bermain dengan pasangan baru dengan cukup memuaskan setelah melaju hingga semifinal. Namun, sayangnya keduanya sama-sama gagal melaju ke partai puncak.

Di semifinal, Leo/Bagas ditaklukkan pasangan Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor 19-21, 17-21, sedangkan Fikri/Daniel menyerah dalam drama tiga gim 21-12, 15-21, 19-21 dari pasangan nomor empat dunia dari Korea Selatan Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae.

"Kalau permainan ya masuk atau cukup mampu bersaing," kata peraih emas ganda putra Olimpiade Sydney bersama Tony Gunawan itu ketika ditemui awak media di Jakarta, Senin.

Mengomentari soal pertukaran kedua pasangan itu, Candra mengatakan bahwa langkah tersebut menurutnya sudah tepat.

"Ya, memang sudah waktunya, atau memang mesti dicoba demikian," kata pria 48 tahun itu.

Ia menambahkan, selain langkah itu, seharusnya PBSI juga berani untuk mengorbitkan pemain-pemain muda lainnya.

"Kalau saya malah melihat alternatif pemain-pemain juniornya sudah harus lebih diangkat atau didorong lagi. Cuma yang ada sekarang ini menurut saya sih, masih kurang dan perlu lebih banyak. Artinya juga para pemainnya harus lebih keras lagi latihannya," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga turut mengomentari gagalnya bulu tangkis Indonesia menjaga emas Olimpiade di Paris beberapa waktu lalu setelah beberapa nama-nama unggulan gugur dan menyisakan tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung yang meraih perunggu.

Menurutnya kegagalan tim bulu tangkis Indonesia meraih emas di Olimpiade karena beberapa hal, seperti salah menerapkan strategi di lapangan, kelelahan, dan beban berat mempertahankan tradisi emas.

"Saya juga kepikiran dan saya juga tentunya ikut sedih ya. Saya rasa persiapan udah sangat maksimal, usahanya juga cukup bagus," kata pria yang juga menjadi mentor ganda putra di tim Ad Hoc PBSI untuk Olimpiade 2024 itu.

"Persiapannya udah bagus banget tuh ya memang persaingan yang ketat dan mungkin saya lihat juga sedikit strategi, cara bermain mungkin. Mempertahankan tradisi emas itu pasti beban," tambahnya.

"Persiapan yang kemarin terakhir bisa saja mungkin anak-anak juga konsennya terlalu lelah mungkin ya karena sudah cukup lama ini kan juga jauh di Eropa gitu," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.