Menaker: Indonesia Butuh 198 Juta Lapangan Kerja pada 2045

Senin, 26 Agu 2024, 19:49 WIB

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengatakan Indonesia membutuhkan sebanyak 198 juta lapangan kerja pada tahun 2045. Kebutuhan tersebut untuk memaksimalkan bonus demografi Indonesia di mana terdapat terdapat 60-70 persen masyarakat Indonesia yang berada dalam usia produktif.

"Kita harus menyediakan lapangan pekerjaan untuk 198 juta masyarakat kita hingga tahun 2045," kata Ida dalam siaran youtube Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), di Jakarta, Senin (26/8).

Ket. Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah dalam siaran youtube Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), di Jakarta, Senin (26/8). — Sumber: muhammad marup

Dia menyebut, pihaknya tengah memetakan bidang pekerjaan yang dibutuhkan industri 20 tahun ke depan. Salah satunya berkaitan dengan bidang teknologi dan jasa sebab tren digitalisasi akan mengubah sektor ketenagakerjaan di Indonesia secara drastis.

"Ini sangat dinamis ada pekerjaan lama yang hilang tapi juga ada yang baru tercipta, semua terjadi cepat. Persoalan yang juga penting adalah bagaimana kesiapan kita dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan baru," sebutnya.

Angkatan Kerja

Ida mengungkapkan, peta pengangguran saat ini didominasi lulusan SMA sebanyak 17 persen dari jumlah pengangguran di Indonesia. Di sisi lain, semakin tinggi jenjang pendidikan belum menjamin mendapat pekerjaan sebab perguruan tinggi tiap tahunnya bisa menyumbang jutaan pengangguran.

Dia menambahkan, jumlah pengangguran dengan pendidikan tinggi paling banyak ada di daerah perkotaan. Adapun mereka yang bekerja memilih di sektor formal. "Jumlah pengangguran terbuka lulusan diploma dan universitas cenderung lebih besar jumlahnya di daerah perkotaan," terangnya.

Ida menerangkan, saat ini tingkat pendidikan penduduk Indonesia terus meningkat, tapi angkatan kerjanya belum memiliki pendidikan tinggi. Saat ini 55 persen penduduk yang bekerja di Indonesia masih berpendidikan SMP.

"Di sisi lain, produktivitas per pekerja Indonesia masih berada di bawah rata-rata Asia. Hal ini membuat daya tawar pekerja Indonesia lebih rendah. Dan menurut saya daya tawar itu ditingkatkan," lanjutnya.

Menaker menuturkan, berdasarkan data tahun 2023, Indonesia hanya punya 27 persen penduduk Indonesia yang punya kesempatan mengenyam pendidikan. Menurutnya, kesempatan mengakses pendidikan untuk masyarakat harus diperluas, terutama melalui program beasiswa.

"Karena dengan pendidikan Anda bisa meraih banyak kesempatan lainnya tak cuma pekerjaan tapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Abdul Haris, mengungkap data Badan Pusat Statistik 2023 menyebutkan 11,8 persen atau 945.413 pengangguran berasal dari lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, ada tiga masalah utama pendidikan tinggi di Indonesia yaitu ketimpangan akses, kesenjangan kualitas, dan kurangnya relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

"Ini menjadi tantangan kita untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas. Kita harus jujur, kita (perguruan tinggi) masih menghasilkan pengangguran," ungkapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.