Denmark Sarankan agar Target Pengurangan Emisi Karbon Ditinjau Setiap Tahun

Minggu, 25 Agu 2024, 05:45 WIB

Jakarta - Duta Iklim DenmarkTomasAnkerChristensenmengatakantarget pengurangan emisi karbon perlu ditinjau setiap tahun karena peninjauan setiap lima tahun sekali tidak cukup untuk memastikan negara telah berada di jalur yang tepat untuk memenuhitargetnya.

"Anda sebenarnya perlu meninjaunya setiap tahun," kata Christensen saat berbicara dalam dalam acara Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2024 "S.O.S Neraka Bocor:Climate Avengers Assemble!" yang diselenggarakanForeign Policy Community of Indonesia(FPCI) di Jakarta, Sabtu.

Menurut Christensen, Denmark setiap tahun membuat berbagai skenario dampak pengurangan emisi, termasuk transportasi, penangkapan dan penyimpanan karbon(CCS), serta pembuangan limbah atau energi.

Ket. Foto: Duta Iklim Denmark Tomas Anker Christensen berbicara dalam acara Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2024 “S.O.S Neraka Bocor: Climate Avengers Assemble!” yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Sabtu (24/8/2024). — Sumber: ANTARA/Cindy Frishanti

"Kami melihat biaya dan dampak pengurangan CO2 dalam melakukannya dalam skenario yang berbeda, sehingga pembuat kebijakan dapat memutuskan jalur yang ingin mereka ambil," katanya.

Christensen menjelaskan bahwa setiap tahun Pemerintah Denmark menyampaikan rencana program iklim di hadapan parlemen dan menyampaikan kepada masyarakat umum semua langkah yang akan dilakukan untuk mengurangi emisi.

Dia lebih lanjut mengatakan Denmark memiliki Dewan Iklim Nasionalberanggotakan ekonom dan ilmuwan independen yang menyampaikan penilaian mereka terhadap program iklim tersebut.

"Mereka mengoyak program itu. Mereka memberi tahu menteri bahwa dia tidak mampu melakukan apa pun dengan benar. Mereka memberi tahu kami, para pegawai negeri, bahwa kami malas, bahwa kami tidak berbuat cukup banyak," ujar Christensen.

Kemudian Pemerintah Denmark kembali ke parlemen dengan program baru untuk tahun selanjutnya berdasarkan kritik pedas penasihat independen tersebut.

"Siklus ini berjalan setiap tahun hingga 2030 dan ini adalah cara untuk memastikan bahwa kami tetap berada di jalur yang benar," katanya.

Christensen mengatakan Denmark menerapkan kerangka kerja bagi masyarakat dan sektor swasta untuk beroperasi dengan cara yang memungkinkan mereka untuk mencapai target.

Dia menambahkan bahwa pelaku bisnis Denmark tidak melihat kerangka kerja tersebut sebagai hukuman.

"Mereka menganggap ini memberi mereka keunggulan kompetitif di arena globalkarena mereka akan menjadi perusahaan paling efisien dengan tingkat teknologi tertinggi, apa pun sektornya," katanya menambahkan.

Christensen juga mengatakan lima tahun setelah penerapan Perjanjian Paris (Paris Agreement), Denmark mengesahkan target pengurangan emisi untuk tahun 2030 sebesar 70 persen.

Denmark menargetkan pengurangan 70 persen emisi karbon tersebut karena Denmark sudah mulai mengurangi emisi sejak 1997.

Angka tersebut, katanya, adalah acuan umum yang digunakan oleh Uni Eropa karena negara-negara Eropa menyerahkan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) bersama sebagai Uni Eropa.

"Tetapi setiap negara anggota UE harus menyerahkan kontribusi mereka ke UE, dan ini adalah kontribusi kami (pengurangan emisi 70 persen)," kataChristensen.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.