Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sulbar Kembangkan Durian Montong di Polman

📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sulbar Kembangkan Durian Montong di Polman Doc: ANTARA/HO Humas Pemprov Sulbar
Ket. Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, meninjau kawasan kebun durian Montong yang dikembangkan masyarakat sejak tahun 2005 di Kecamatan Bulo Kabupaten Polman, Jumat, (23/8/2024).

Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyiapkan lahan seluas 200 hektar untuk menjadi kawasan pengembangandurian Montong di Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, meninjau kawasan kebun durian Montong yang dikembangkan masyarakat sejak tahun 2005 di Kecamatan Bulo Kabupaten Polman, Jumat.

Ia mengatakan, lokasi kebun durian masyarakat tersebut telah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan membuat kabupaten Polman menjadi salah satu daerah penghasil durian di Sulbar.

Menurut dia, Pemprov Sulbar juga mempersiapkan lahan seluas 200 hektare untuk menjadi kawasan pengembangan durian Montong di kecamatan Bulo, agar kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat di wilayah itu.

Ia menyampaikan, pengembangan kebun durian Montong di Polman, mesti dikelola dalam bentuk bisnis dengan memanfaatkan lahan yang luas agar hasilnya juga maksimal.

"Pengembangan durian di Polman akan memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) yang disediakan perbankan di Sulbar yang totalnya mencapai Rp3,3 triliun untuk digunakan sebagai permodalan petani," katanya.

Menurut dia, durian di Polman dapat dipasarkan dalam bentuk bisnis dengan cara diolah menjadi makanan khas yang bisa menjadi oleh oleh bagi setiap orang yang berkunjung di Sulbar.

"Pemprov Sulbar juga akan berupaya mengembangkan bibit durian untuk dijual ke petani untuk dikembangkan sehingga akan menambah pendapatan APBD Sulbar, di Kecamatan Bulo tersebut," katanya.

Gubernur mengatakan, Pemprov Sulbar juga akan berupaya mengatasi serangan hama batang yang dapat merusak tanaman durian agar produksi durian tidak menurun dan berkualitas.

Ia mengatakan, Pemprov Sulbar juga akan mengalokasikan anggaran APBD Sulbar 2025 untuk pengadaan sekitar 1 juta pohon bibir durian untuk dikembangkan petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.