Mensos Risma Motivasi 16 Ribu Mahasiswa Baru Unesa untuk Jadi Agen Perubahan Bangsa

Selasa, 20 Agu 2024, 11:20 WIB
Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, sebagai mahasiswa baru harus berani menerobos kemapanan, berani berubah untuk kebaikan dan berubah menjadi lebih baik. Menurut dia, karya-karya dan invoasi mahasiswa sangat dibutuhkan untuk negara ini.
"Kalau tidak ada perubahan, tidak ada kemajuan," kata Mensos Risma saat menjadi narasumber dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Senin pagi (19/8).
"Tanpa karya dan inovasi kalian, kita akan sama saja seperti dijajah kembali," tambahnya di hadapan ribuan mahasiswa baru, dosen, staf universitas dan tamu undangan yang hadir.
Mantan Wali Kota Surabaya itu juga menyampakan, saat dirinya sekolah dan mahasiswa dulu ia adalah seorang pelari. Ia juga menyatakan dulu sangat menyukai olahraga basket serta volley, dan kini bisa menjadi Menteri Sosial.
"Anak berprestasi bukan hanya di bidang akademik saja, melainkan bisa dalam bidang sosial ataupun olahraga. Jangan takut untuk bermimpi, jangan takut mewujudkan cita cita. Jika kalian bermimpi dan berupaya mewujudkannya, maka kalian bisa merubah lingkungan bahkan negara ini menjadi lebih baik lagi," ujar Risma yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Pada kesempatan tersebut, Mensos Risma juga menyampaikan keberhasilan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos). Penerima Manfaat (PM) program PENA adalah keluarga tidak mampu yang menerima bantuan sosial (bansos) namun dilatih untuk bisa hidup mandiri. Mereka dilatih berusaha, mendapat permodalan usaha, dilatih literasi keuangan, pengemasan hingga pemasaran. Sekitar 31.000 peserta PENA sudah bisa mandiri secara ekonomi, sehingga mereka graduasi atau dikeluarkan dari penerima bansos karena usahanya sudah berhasil.
Tidak hanya itu, Mensos Risma juga memberikan semangat kepada mahasiswa penyandang disabilitas untuk terus berkarya. Baginya, siapapun punya hak untuk sukses. Seperti penerima manfaat Kemensos asal Pekalongan bernama Gading yang berhasil mandiri. Mensos Risma menceritakan bahwa gading memiliki keterbatasan, kondisi disabilitas fisik yang dialami tidak menutup kesempatannya menjadi sukses. Setelah mendapat bantuan motor roda tiga dari Kemensos untuk berjualan minuman keliling, usaha Gading berkembang pesat. Semula pendapatannya Rp 500.000 per hari, setelah menerima bantuan Kemensos mendapat Rp 1,1 juta per hari.
"Tidak ada yang tidak mungkin. Semua mungkin, hanya kita mau atau tidak. Ayo tetap semangat, kerja keras. Jangan ada kata menyerah, jangan pernah ada kata cape. Ayo bangkit, hanya kalian yang bisa merubah hidup kalian," tutur Risma membakar semangat seluruh mahasiswa baru Unesa yang hadir.
Kepada mahasiswa baru Unesa yang mengalami disabilitas, Mensos Risma akan menyediakan alat bantu untuk memudahkan aktivitas sehari-hari dan menunjang proses menimba ilmu.
Dalam kesempatan tersebut, Risma juga memberikan penghargaan kepada civitas akademika Unesa. Penghargaan diberikan kepada Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M. Kes dan jajarannya atas kontribusinya dalam meningkatkan kemampuan SDM kesejahteraan sosial untuk menangani penyandang disabilitas melalui pendekatan inklusif, holistik, dan integratif menuju Indonesia yang lebih baik. Mensos juga mengapresiasi Unesa menangani disabilitas dengan menyediakan aplikasi SIPISA (Sistem Informasi Penanganan Disabilitas).
Di akhir sesi, Mensos Risma bertemu dengan salah seorang mahasiswa baru Unesa penyandang disabilitas fisik yang berprestasi di bidang olah raga. Mutiara Cantika, mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Unesa yang mendapat beasiswa penuh dari Unesa ini sangat tersentuh dengan apa yang disampaikan oleh Mensos Risma.
"Mensos Risma telah menyemangati kami sebagai penyandang disabilitas. Mensos Risma juga menjadi inspirasi saya karena selalu mendukung para disabilitas untuk melangkah lebih baik lagi," tuturnya.
(IKN/TSR)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.