- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jepang Diterjang Topan yan...
Jepang Diterjang Topan yang 'Sangat Kuat', Ratusan Penerbangan dan Kereta Dibatalkan
Jumat, 16 Agu 2024, 08:50 WIBTOKYO - Topan yang digambarkan oleh para peramal cuaca sebagai "sangat kuat" menerjang Jepang pada hari Jumat (16/8), mengakibatkan ratusan penerbangan dan kereta api dibatalkan serta 1.700 rumah tanpa listrik.
Topan Ampil terletak di sebelah timur Pulau Hachijojima, sekitar 300 kilometer (190 mil) selatan Tokyo dan membawa hembusan angin berkecepatan hingga 216 km/jam saat bergerak ke utara, kata Badan Meteorologi Jepang.
Topan tersebut diperkirakan tidak akan menerjang daratan, melainkan bergerak di sepanjang garis pantai dekat wilayah Tokyo, yang merupakan rumah bagi sekitar 40 juta orang, sebelum bergerak kembali ke Pasifik.
Pihak berwenang memperingatkan adanya angin kencang, hujan sangat lebat, dan kemungkinan tanah longsor, serta mengimbau warga untuk sangat berhati-hati.
Sebanyak 1.700 rumah tangga di prefektur tetangga Tokyo tidak memiliki listrik hingga Jumat pagi karena topan tersebut, menurut operator utilitas.
ANA membatalkan 280 penerbangan domestik yang berdampak pada lebih dari 60.000 penumpang, sementara Japan Airlines membatalkan 281 layanan domestik dan 38 layanan internasional, yang berdampak pada 49.700 pelanggan.
Bagian utama jaringan layanan kereta peluru Jepang juga akan dibatalkan pada hari Jumat -- termasuk bagian sibuk antara Tokyo dan pusat kota Nagoya.
Topan tersebut datang saat Jepang merayakan minggu liburan "obon" saat jutaan orang kembali ke kampung halaman mereka, dan beberapa hari setelah Badai Tropis Maria mendatangkan hujan lebat yang memecahkan rekor di beberapa wilayah di utara.
Topan di wilayah tersebut terbentuk lebih dekat ke garis pantai, menguat lebih cepat dan bertahan lebih lama di daratan akibat perubahan iklim, menurut sebuah studi yang dirilis bulan lalu.
Para peneliti dari berbagai universitas di Singapura dan Amerika Serikat menganalisis lebih dari 64.000 model badai historis dan masa depan dari abad ke-19 hingga akhir abad ke-21 untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Ciptakan Nilai Bermakna dan Berkelanjutan bagi Nasabah, CIMB Niaga Dorong Pertumbuhan Kredit Berkualitas
-
Cuaca Ekstrem, Kamboja Keluarkan Peringatan Perjalanan Laut, Dampak 3 Siklon Mengintai
-
Ekonomi Dinilai Sulit Tumbuh di Atas 5 Persen
-
Pos Lantas Dilempar Molotov, Polda Jatim Pastikan Surabaya Tetap Kondusif
-
Dramatis! Ibu Hamil Pecah Ketuban di Pulau Terpencil, Polairud Manggarai Barat Larikan ke RS
-
Ternyata Ini Penyebabnya Kenapa BMKG Belum Bisa Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca Meski Karhutla Meluas
-
Sekolah Rakyat Belum Kompak Berjalan, Persoalan Teknis Jadi Penghalang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.