Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekda Kaltim Motivasi Kabupaten dan Kota Kembangkan Pangan Lokal

6 Kamis, 15 Agu 2024, 00:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekda Kaltim Motivasi Kabupaten dan Kota Kembangkan Pangan Lokal Sekda Kaltim Motivasi Kabupaten dan Kota Kembangkan Pangan Lokal Doc: Antara/Adpim Pemprov Kaltim
Ket. Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni.

Samarinda - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni memotivasi pemerintah kabupaten dan kota se-Kaltim untuk membangun ekosistem pengembangan pangan lokal dalam upaya penguatan ketahanan pangan di daerah.

"Salah satu tanaman lokal adalah jelai yang memiliki nama latin'hordium vulgare' yang dinilai dapat menjadi pangan alternatif pengganti beras. Tanaman ini ada di Kabupaten Kutai Barat dan di Mahakam Ulu," kata Sri Wahyuni saat menghadiri Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2024 di Samarinda, Rabu.

Festival tersebut mengambil tema "Cegah Kasus Stunting Baru dengan Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga melalui Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Non Beras Non Terigu".

Sri Wahyuni memberikan apresiasi kepada Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kaltim yang telah berkolaborasi dengan TP PKK Kaltim menyelenggarakan Festival B2SA tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2024.

Ia mengatakan B2SA semestinya tidak menjadi kendala, ketika semua bisa memanfaatkan potensi pangan lokal yang dimiliki daerah.

"Kita mungkin tidak percaya diri untuk mengampanyekan B2SA kalau tidak dimulai dari kita yang mengonsumsi makanan lokal nonberas," paparnya.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional RI, Rinna Syawal, menegaskan Badan Pangan Nasional memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Kaltim dalam mendukung kegiatan keanekaragaman konsumsi pangan melalui Festival Pangan Lokal B2SA Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2024.

"Ada dua hal yang harus diubah dalam perilaku pola berpikir, yang pertama adalah dari makanan kenyang menjadi makan sehat dan kedua kenyang tidak harus nasi, kalau tidak makan nasi tidak kenyang, dan pola pikir seperti harus kita ubah," kata Rina.

Sementara Kepala Dinas PTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana, menegaskan kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 2017 dan setiap melaksanakan festival selalu melakukan penganekaragaman makanan termasuk bentuk dan kegiatannya menyesuaikan dengan perkembangan terhadap kasus-kasus di tataran masyarakat.

"Kegiatan festival ini sebenarnya ada tujuan lainnya, yaitu kami ingin meningkatkan skor pola pangan yang untuk Kaltim baru mencapai 86,7. Oleh sebab itu kegiatan ini merupakan titik awal kami dengan mengedepankan bahan pangan lokal bisa dimanfaatkan masyarakat kita," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pemilu Sela Usai, AS-Kanada...
Luar Negeri
Oman-Iran Sepakat Amankan J...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.