Presiden Korsel Serukan Pembentukan Kelompok Kerja Baru dengan Korea Utara

Kamis, 15 Agu 2024, 10:24 WIB

SEOUL - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada hari Kamis (15/8) mengusulkan "Kelompok Kerja Antar-Korea" yang bertujuan untuk meredakan ketegangan yang meningkat dengan Pyongyang dan menjajaki jalan bagi kerja sama ekonomi.

Hubungan antara kedua Korea berada pada salah satu titik terendah dalam beberapa tahun. Korea Utara baru-baru ini mengumumkan pengerahan 250 peluncur rudal balistik ke perbatasan selatannya.

Ket. Foto: Presiden Korea Selatan Yoon Suk-Yeol berpidato dalam KTT Demokrasi ke-3 di Seoul pada tanggal 18 Maret. — Sumber: SCMP/EPA-EFE

Korea Utara telah mengirim ribuan balon berisi sampah ke selatan sejak bulan Mei, yang mendorong Seoul untuk melanjutkan siaran propaganda di sepanjang perbatasan dan menangguhkan kesepakatan tahun 2018 yang bertujuan menurunkan suhu antara militer kedua negara.

Dalam pernyataannya mengenai "visi penyatuan" pada hari Kamis di sebuah acara yang merayakan pembebasan negara dari penjajahan Jepang, Yoon berkata, "Selama keadaan terpecah-pecah ini terus berlanjut, pembebasan kita akan tetap tidak tuntas."

"Kebebasan yang kita nikmati harus diperluas ke kerajaan Utara yang beku, di mana orang-orang dirampas kebebasannya dan menderita kemiskinan dan kelaparan," katanya, sambil menyerukan pembentukan Kelompok Kerja Antar-Korea yang baru.

Badan tersebut "dapat menangani berbagai isu mulai dari meredakan ketegangan hingga kerja sama ekonomi, pertukaran antarmasyarakat dan budaya, serta tanggapan terhadap bencana dan perubahan iklim," kata Yoon.

Yoon juga menggarisbawahi "perlunya mengubah pikiran rakyat Korea Utara agar mereka sungguh-sungguh menginginkan penyatuan berbasis kebebasan".

"Meskipun rezim Korea Utara menolak tawaran kami (untuk memberikan pasokan bantuan banjir) sekali lagi, kami tidak akan pernah berhenti menawarkan bantuan kemanusiaan," kata Yoon.

Korea Utara baru-baru ini dilanda banjir parah di wilayah utara dekat Tiongkok. Media pemerintah melaporkan lebih dari 15.000 korban banjir dipindahkan ke ibu kota.

Tawaran dukungan internasional telah mengalir sejak berita bencana banjir pertama kali muncul, termasuk dari Seoul, yang menawarkan bantuan kemanusiaan melalui Palang Merah Korea.

Namun pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan bahwa upaya pemulihan negaranya akan "sepenuhnya didasarkan pada kemandirian", menurut media pemerintah.

Korea Utara menyatakan Korea Selatan sebagai musuh utamanya awal tahun ini, dan Pyongyang belum menanggapi panggilan hotline penghubung antar-Korea sejak April 2023.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.