Filipina Akan Evaluasi Kesepakatan dengan Tiongkok

Rabu, 14 Agu 2024, 02:50 WIB

MANILA - Perjanjian sementara antara Manila dan Beijing mengenai misi pengiriman pasokan ke pasukan Filipina di perairan dangkal Laut Tiongkok Selatan (LTS), tempat terjadinya banyak bentrokan antara keduanya, mungkin akan ditinjau di masa depan, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Filipina pada Selasa (13/8).

Pernyataan itu muncul ketika ketegangan meningkat dalam sepekan terakhir antara kedua negara di Scarborough Shoal yang disengketakan, dimana dalam insiden terbaru, Manila mengatakan pesawat Tiongkok telah menjatuhkan suar di jalur terbang pesawat militernya.

Ket. Foto: Protes Tiongkok l ­Sejumlah warga Filipina melakukan aksi protes di sebuah taman di Manila saat peringatan keluarnya putusan Mahkamah Arbitrasi terkait sengketa LTS yang memenangkan tuntutan Filipina pada 12 Juli lalu. Pada Selasa (13/8) seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Filipina menyatakan bahwa perjanjian sementara antara Manila dan Beijing mengenai misi pengiriman pasokan ke pasukan Filipina di perairan dangkal LTS, mungkin akan ditinjau di masa depan. — Sumber: AFP/Ted ALJIBE

Pada Juli lalu, kedua negara mencapai kesepakatan setelah beberapa kali perselisihan di Second Thomas Shoal, di mana Filipina pada tahun 1999 dengan sengaja mengkandaskan kapal angkatan laut dan mempertahankan kontingen kecil pasukannya untuk menegaskan klaim kedaulatannya.

Pengaturan ini hanya mencakup misi pasokan di Second Thomas Shoal dan tidak mencakup wilayah lain yang disengketakan di LTS.

Wakil Menteri Luar Negeri Filipina, Maria Theresa Lazaro, mengatakan kesepahaman dengan Tiongkok tidak mengkompromikan posisi negaranya di LTS dan kesepakatan tersebut mungkin akan dievaluasi kembali jika diperlukan.

"Tinjauannya akan dievaluasi di masa yang akan datang. Kapan hal ini akan terjadi masih akan dibahas lebih lanjut," kata Lazaro di sela-sela sidang kongres.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Filipina akan menghormati perjanjian sementara dan mengharapkan Tiongkok melakukan hal yang sama.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa militernya telah mengambil tindakan yang diperlukan dan menuduh Filipina telah melanggar kedaulatan Tiongkok.

Filipina berhasil menyelesaikan misi pasokannya tanpa hambatan pada 27 Juli lalu setelah kesepakatan dengan Tiongkok. Namun, situasi di sekitar Scarborough Shoal di LTS, salah satu lokasi yang paling diperebutkan di Asia, masih penuh tantangan.

Scarborough Shoal, daerah penangkapan ikan utama dengan laguna yang menjadi tempat berlindung bagi kapal saat terjadi badai, terletak di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina namun diduduki oleh Tiongkok selama lebih dari satu dekade.

Angkatan Laut Filipina mengatakan pada Selasa bahwa tindakan Angkatan Udara Tiongkok pekan lalu atas perairan dangkal yang disengketakan adalah sebuah aksi pemaksaan, agresif, dan menipu.

Desakan Beijing

Sementara itu Tiongkok telah mendesak Filipina untuk menghentikan aktivitas pelanggaran dan provokasi di wilayah Huangyan Dao (Scarborough Shoal) di LTS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, dalam konferensi pers reguler di Beijing pada Selasa mengatakan tindakan pelanggaran seperti itu harus dihentikan.

"Tiongkok akan terus bertindak tegas sesuai dengan hukum untuk secara tegas menjaga kedaulatan wilayah serta hak dan kepentingan maritim negara kita," kata dia.

Lin Jian juga mengatakan Huangyan Dao selalu menjadi wilayah Tiongkok dan Beijing memiliki kedaulatan yang tidak dapat disangkal atas Huangyan Dao serta wilayah udara dan perairan yang berdekatan dengannya.

Dia kemudian mengatakan bahwa pada tanggal 7 dan 8 Agustus, pesawat militer Filipina telah dua kali menyusup ke wilayah udara Huangyan Dao, yang melanggar kedaulatan Tiongkok dan melanggar hukum dan norma internasional yang mengatur hubungan internasional. ST/WENews/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.