Sejumlah Tantangan Mengadang Persiapan Olimpiade Los Angeles 2028

Selasa, 13 Agu 2024, 13:01 WIB

LOS ANGELES - Bendera Olimpiade tiba di Los Angeles, Senin (12/8) waktu setempat atau Selasa WIB, mengawali tekanan bagi pejabat setempat untuk menyelenggarakan Olimpiade dalam empat tahun mendatang. Namun, sejumlah tantangan sudah mengadang persiapan tuan rumah.

Wali Kota Los Angeles Karen Bass mendarat dengan pesawat berhiaskan pohon palem dan logo "LA 2028", dan melintasi landasan sambil memegang spanduk lima cincin, ditemani oleh beberapa atlet AS.

Ket. Foto: Bendera Olimpiade tiba di Los Angeles, AS. — Sumber: antarafoto

"Kami merasakan tekanan untuk memastikan kota dan wilayah kami bersiap dan siap," kata Bass, seperti disiarkan AFP, Selasa (13/8).

"Kami memiliki bendera Olimpiade sekarang. Itu ada pada kami. Banyak pekerjaan yang harus kami lakukan di Los Angeles."

Salah satu potensi tantangan telah muncul beberapa saat sebelum pesawat mendarat, saat gempa berkekuatan 4,6 skala richter mengguncang Los Angeles.

Bass mengatakan persiapan untuk menghadapi potensi tantangan, seperti gempa bumi, menjadi kunci dari pengembangan rencana infrastruktur.

"Tetapi sekarang kita juga menghadapi kejadian-kejadian iklim yang tidak pernah terpikirkan akan berdampak pada kawasan kita, sehingga kami juga harus bersiap menghadapinya," ujar Bass.

Namun, tantangan terbesarnya adalah transportasi. Saat berada Paris untuk upacara penutupan akhir pekan lalu, Bass menguraikan rencana Los Angeles untuk menyelenggarakan "Olimpiade Tanpa Mobil".

Di kota yang sebagian besar orang memiliki kendaraan pribadi, di mana jalan bebas hambatan melintasi perkotaan dan kemacetan lalu lintas merupakan hal yang tidak dapat dihindari setiap harinya, janji tersebut merupakan sebuah hal yang ambisius.

"Saya skeptis kita akan benar-benar mencapai hal tersebut, namun saya tahu kita akan mencobanya," kata profesor teknik industri dan sistem University of Southern California, James Moore.

Tantangan transportasi

Los Angeles memiliki jaringan kereta bawah tanah, namun hanya memiliki lima dan setengah jalur dan layanan yang relatif jarang, sehingga jaringan transportasi itu tidak mampu menampung 10 juta penduduk di wilayah tersebut.

Pihak berwenang berencana mendatangkan 3.000 bus, yang dipinjam dari seluruh negeri, dan membuat jalur jalan khusus untuk bus tersebut.

Angkutan umum akan mendapat prioritas dibandingkan mobil pribadi, yang juga tidak akan dilarang untuk dikendarai.

Tidak semua lokasi Olimpiade diharapkan memiliki tempat parkir.

Terakhir kali Los Angeles menjadi tuan rumah Olimpiade, pada 1984, banyak penduduk meninggalkan kota untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

"Jika kita melihat penduduk mengikuti strategi yang sama pada 2028 dan pada dasarnya keluar kota selama beberapa hari, hal ini mungkin akan memberikan cukup ruang jalan sehingga kita dapat memindahkan semua orang dengan bus," kata Moore.

Bandara utama di kota Los Angeles, yang terkenal dengan masalah aksesibilitasnya, akan terhubung dengan jaringan kereta metro.

Pesawat ulang-alik otomatis, yang sudah lama dikerjakan, akan dibuka pada 2026, ketika Los Angeles akan menjadi tuan rumah pertandingan pembukaan Piala Dunia sepak bola.

Holywood dan Tunawisma

Los Angeles sangat bergantung pada reputasinya sebagai ibu kota film dan hiburan dunia.

Dalam segmen "serah terima" upacara penutupan Olimpiade Paris, Tom Cruise terjun payung dengan bendera Olimpiade ke Los Angeles di dekat papan nama Hollywood yang terkenal, yang kemudian didekorasi ulang dengan logo Olimpiade.

Los Angeles juga merupakan pusat olahraga Amerika, dengan banyak tim besar dan stadion canggih.

"Apa yang tidak ada dalam DNA kami? Kami kreatif, kami pendongeng. Kami punya olahraga, kami punya keberagaman. Ini LA," kata CEO panitia penyelenggara LA 2028 Reynold Hoover.

Namun di balik kemewahan Hollywood, Los Angeles mengalami krisis tunawisma yang sangat besar. Sekitar 75.000 orang kekurangan tempat tinggal, di kota yang harga propertinya sangat mahal.

Sejak tiba di Balai Kota, Bass menjadikan masalah yang sudah berlangsung lama ini sebagai prioritas. Program shelter yang berjalan baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Jumlah tunawisma turun sedikit pada 2024, untuk pertama kalinya dalam enam tahun.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.