Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disparitas Harga BBM Harus Dijaga

📅 Senin, 12 Agu 2024, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Disparitas Harga BBM Harus Dijaga Doc: istimewa

JAKARTA - Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia mengharapkan disparitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan nonsubsidi mesti dijaga dan juga stabil. Hal itu dimaksudkan agar penjualan Pertashop tidak kalah saing dengan penjualan BBM ilegal.

"Saya berharap adanya kebijakan dari pemerintah pusat menyangkut harga BBM. Yang adil menurut saya adalah harga Pertalite dan Bio Solar dinaikkan, dan harga Pertamax dan Dexlite diturunkan," kata Ketua Umum HPMPI Steven lewat pesan elektronik, Minggu (11/8).

Menurut dia, saat ini Pertamina Patra Niaga membuat kebijakan yakni harga BBM Pertamax di Pertashop lebih murah 200 rupiah per liter dibandingkan di SPBU. Hal tersebut bertujuan agar penjualan Pertashop tidak kalah saing dengan eceran.

Namun, lanjut dia meski telah ada kebijakan dari Pertamina tersebut, Pertashop yang notabene hanya bisa menjual produk non-subsidi Pertamax dan Dexlite, tentu tetap terkena dampak dari kenaikan harga BBM beberapa waktu ini.

"Sehingga, disparitasnya yang mesti dijaga tetap stabil (jarak BBM subsidi dengan non-subsidi jangan terlalu jauh), dengan demikian tidak ada antrean panjang, eceran BBM subsidi ilegal pun juga hilang," ujarnya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga Pertamax dengan harga baru yang resmi berlaku di SPBU Pertamina pada Sabtu, 10 Agustus 2024, pukul 00.00 waktu setempat.

Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menjelaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina Patra Niaga mengacu pada tren harga rata-rata publikasi minyak dunia atau ICP dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Sebelumnya, meski tren ICP mengalami kenaikan sejak akhir trimester pertama, harga BBM nonsubsidi Pertamina Patra Niaga tidak mengalami perubahan sejak Maret 2024. Hal itu mempertimbangkan kondisi stabilitas ekonomi.

Namun, Pertamina Patra Niaga akhirnya melakukan penyesuaian harga selaras dengan yang telah dilakukan oleh seluruh badan usaha sejak awal Agustus 2024.

Dinilai Tepat

Sementara itu, Peneliti Alpha Research Database Ferdy Hasiman menilai saat ini waktu tepat menaikkan harga BBM nonsubsidi atau Pertamax (RON 92) karena kondisi ekonomi sudah membaik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.