BNPT Tingkatkan Ketahanan WNI di Warsawa Lawan Ideologi Kekerasan

Minggu, 11 Agu 2024, 09:35 WIB

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI meningkatkan ketahanan warga negara Indonesia di Warsawa, Polandia, dalam melawan ideologi kekerasan.

Kepala BNPT RI Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Rycko Amelza Daniel mengatakan peningkatan ketahanan WNI, termasuk kepada Diaspora Indonesia yang berada di Warsawa, dilakukan dengan cara penguatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.

"Ketahanan kita terhadap ideologi kekerasan harus kita tingkatkan," kata Rycko dalam kegiatan pencegahan terorisme melalui diseminasi di wilayah kerja KBRI Warsawa, Polandia, Jumat (9/8), seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Minggu (11/8).

Rycko menjelaskan pola kerja kelompok pengusung kekerasan merusak Indonesia dilakukan dengan cara menyerang keyakinan generasi muda bahkan kaum perempuan.

Hal tersebut dilakukan karena kelompok tersebut tidak bisa merusak Indonesia melalui serangan bom sehingga terlebih dahulu dengan menyerang keyakinan kepada generasi penerus bangsa.

"Ibu atau perempuan sebagai pendidik anak-anak dihancurkan melalui keyakinannya terlebih dahulu," tuturnya.

Menurutnya, generasi muda rentan terpapar ideologi kekerasan disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kurangnya pemahaman tentang sejarah Indonesia, pendidikan wawasan kebangsaan, serta belum optimalnya pembelajaran mengenai budi pekerti, termasuk dalam aspek toleransi.

Dengan demikian, Kepala BNPT berpendapat bahwa peningkatan kualitas pendidikan sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Polandia Anita Lidya Luhulima menyambut baik kegiatan peningkatan ketahanan melalui diseminasi di wilayah kerja KBRI Warsawa kepada diaspora yang berasal dari berbagai profesi, baik pekerja maupun pelajar yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI).

Dia menilai Indonesia melalui BNPT RI telah mampu menangani isu transnasional ini tanpa mengaitkannya dengan suatu identitas tertentu serta mampu mengombinasikan pendekatan keras dan lunak dalam penanggulangannya.

"Indonesia berhasil menyeimbangkan antara pendekatan keras dan lunak dalam penanggulangan terorisme tanpa melanggar hak asasi manusia," ucap Anita.

Sesi kegiatan tersebut diakhiri dengan rencana Indonesia dan Polandia yang akan menjajaki kerja sama bilateral melalui penyusunan Nota Kesepahaman atauMemorandum of Understanding(MoU) terkait penanggulangan terorisme.

Upaya peningkatan ketahanan yang diselenggarakan tidak hanya untuk melindungi WNI, tetapi juga mencegah aksi terorisme dan menguatkan peran Indonesia sebagai negara yang menjunjung perdamaian dan antikekerasan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.