Yunus Ditunjuk Jadi Ketua Pemerintahan Interim

Kamis, 08 Agu 2024, 02:55 WIB

DHAKA - Pelopor keuangan mikro peraih Nobel asal Bangladesh, Muhammad Yunus, akan memimpin pemerintahan sementara setelah protes massal memaksa perdana menteri lama Sheikh Hasina untuk melarikan diri, kantor kepresidenan mengumumkan pada Rabu (7/8).

Penunjukan tersebut dilakukan segera setelah para pemimpin mahasiswa meminta Yunus (84 tahun) yang berjasa mengentaskan jutaan orang dari kemiskinan di Bangladesh, untuk memimpin.

Ket. Foto: Muhammad Yunus — Sumber: AFP/REHMAN ASAD

Keputusan itu diambil dalam pertemuan dengan Presiden Mohammed Shahabuddin, para panglima angkatan darat, laut dan udara, serta para pemimpin mahasiswa.

"(Mereka) memutuskan untuk membentuk pemerintahan sementara dengan Profesor Dr Muhammad Yunus sebagai ketuanya," kata kantor Presiden Shahabuddin dalam sebuah pernyataan. "Presiden telah meminta rakyat untuk membantu mengatasi krisis ini. Pembentukan pemerintahan sementara yang cepat diperlukan untuk mengatasi krisis ini," imbuh kantor itu.

Yunus akan menyandang gelar penasihat utama, menurut Haid Islam, salah satu pimpinan Mahasiswa Melawan Diskriminasi yang ikut serta dalam pertemuan tersebut. "(Presiden) Shahabuddin setuju bahwa pemerintahan sementara akan dibentuk dalam waktu sesingkat mungkin,"imbuh dia seraya menggambarkan pertemuan itu sebagai sesuatu yang produktif.

Sayangnya hanya ada sedikit rincian lain mengenai rencana pemerintahan tersebut, termasuk peran militer.

Yunus, yang saat ini berada di Eropa, mengatakan kepada AFP pada Selasa (6/8) bahwa ia bersedia memimpin pemerintahan sementara. "Jika tindakan diperlukan di Bangladesh, demi negara saya dan demi keberanian rakyat saya, maka saya akan mengambilnya," kata Yunus dalam sebuah pernyataan yang juga menyerukan segera digelarnya pemilu bebas.

Penindasan

Ditunjuknya Yunus terjadi setelah PM Hasina, 76 tahun, yang berkuasa sejak 2009, mengundurkan diri pada Senin (5/8) ketika ratusan ribu orang membanjiri jalan-jalan di Dhaka menuntut dia lengser.

Peristiwa Senin merupakan puncak dari kerusuhan selama lebih dari sebulan, yang dimulai sebagai protes terhadap rencana kuota PNS di pemerintahan namun kemudian berubah menjadi gerakan anti-Hasina .

Hasina, yang dituduh mencurangi pemilu bulan Januari dan meluasnya pelanggaran hak asasi manusia, mengerahkan pasukan keamanan untuk meredam protes tersebut. Ratusan orang tewas dalam tindakan keras tersebut, namun militer berbalik melawan Hasina pada akhir pekan lalu dan ia terpaksa melarikan diri dengan helikopter ke negara tetangga, India.

Panglima Angkatan Darat Jenderal Waker-Uz-Zaman mengatakan pada Minggu (4/8) bahwa ini adalah waktunya untuk menghentikan kekerasan. Sejak saat itu, militer telah menyetujui sejumlah tuntutan lain dari para pemimpin mahasiswa, termasuk penunjukan Yunus.

Dilaporkan pula bahwa situasi di jalan-jalan utama di ibu kota pada Selasa lalu sebagian besar telah kondusif dengan beberapa toko telah dibuka dan penerbangan internasional dilanjutkan di bandara Dhaka, tetapi sebagian besar kantor pemerintah masih tutup. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.