Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkemahan Disiapkan bagi Wisatawan Dieng Culture Festival

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 15:55 WIB | Oleh:
Perkemahan Disiapkan bagi Wisatawan Dieng Culture Festival Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Ilustrasi - Prosesi ruwatan anak berambut gimbal dalam acara Dieng Culture Festival (DCF) III Tahun 2012 di Kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Banjarnegara -- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyiapkan tempat perkemahan untuk pengunjung Dieng Culture Festival (DCF) XIV yang tidak mendapatkan homestay maupun penginapan lainnya.

"Ini salah satu upaya kami selaku panitia DCF untuk memfasilitasi pengunjung yang tidak kebagian homestay atau penginapan," kata Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa Alif Faozi di Banjarnegara, Rabu.

Dalam hal ini, kata dia, penyediaan tempat perkemahan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemilik ladang di sekitar lokasi kegiatan DCF XIV yang lahannya belum ditanami.

Menurut dia, hingga saat ini sudah ada beberapa lahan yang disiapkan sebagai tempat perkemahan.

Selain tempat perkemahan, lanjut dia, pihaknya juga menyiapkan toilet portabel dan mushalla di dalam lokasi kegiatan guna memfasilitasi pengunjung yang membutuhkan fasilitas tersebut.

"Kami berupaya memfasilitasi pengunjung dengan sebaik mungkin karena ada beberapa acara yang durasi waktunya cukup lama seperti Jazz Atas Awan yang biasanya dimulai pada malam hari, dalam kegiatan besok dimulai pukul 15.00 WIB, sehingga pengunjung akan berada di lokasi tersebut sampai malam hari," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau seluruh pengunjung, baik yang menginap di penginapan maupun berkemah, agar menggunakan jaket tebal, kaos tangan, celana panjang yang tahan terhadap suhu dingin dan pelindung tubuh lainnya.

Menurut dia, hal itu karena berdasarkan berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, suhu udara di Dieng saat pelaksanaan DCF XIV pada 23-25 Agustus sedang dingin-dinginnya.

"Semoga saat itu embun upas atau embun beku bermunculan pada pagi hari, sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya.

Lebih lanjut, Alif mengatakan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resor Banjarnegara demi kelancaran agenda wisata budaya tahunan yang telah masuk Kharisma Event Nusantara itu.

Selain itu, kata dia, beberapa divisi dalam kepanitiaan juga sudah mulai bergerak untuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan seperti persiapan pembuatan panggung.

"Termasuk survei terhadap anak-anak berambut gimbal yang telah mendaftar acara ruwatan. Tim panitia dan pemangku adat mendatangi masing-masing rumah anak berambut gimbal untuk memastikan keikutsertaan dalam ruwatan tersebut benar-benar atas keinginan sendiri, bukan keinginan orang tua," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.