Korut Siap Berunding Jika Trump Menang

Jumat, 02 Agu 2024, 02:45 WIB

SEOUL - Korea Utara (Korut) ingin membuka kembali perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) jika Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden dan kedua negara akan berupaya merancang strategi negosiasi baru, kata seorang diplomat senior Korut yang baru-baru ini membelot ke Korea Selatan (Korsel).

Membelotnya Diplomat Ri Il Kyu dari Kuba menjadi berita utama secara global pada Juli lalu. Ia merupakan diplomat paling senior Korut yang membelot ke Korsel sejak tahun 2016.

Ket. Foto: Ri Il Kyu — Sumber: Yonhap

Dalam sesi wawancara pertamanya dengan media internasional, Ri mengatakan Korut telah menetapkan Russia, AS, dan Jepang, sebagai prioritas kebijakan luar negeri utama mereka pada tahun 2024 dan seterusnya.

"Sambil memperkuat hubungan dengan Russia, Pyongyang ingin membuka kembali perundingan nuklir jika Trump, yang pernah terlibat dalam tindakan yang sangat berbahaya dan diplomasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Korut selama masa jabatan sebelumnya, jika ia kembali memenangkan pemilu pada November mendatang," kata Ri.

"Para diplomat Pyongyang sedang memetakan strategi untuk skenario tersebut, dengan tujuan mencabut sanksi terhadap program senjatanya, menghapuskan penunjukan negara tersebut sebagai negara sponsor terorisme, serta untuk mendapatkan bantuan ekonomi, kata Ri.

Pernyataan Ri menandakan potensi perubahan sikap Korut saat ini setelah pernyataan Pyongyang baru-baru ini mengenai penolakan kemungkinan dialog dengan AS dan peringatan akan konfrontasi bersenjata.

Pertemuan puncak antara pemimpin Korut, Kim Jong-un, dan Trump di Vietnam pada 2019, gagal karena sanksi, dan Ri turut menyalahkan keputusan Kim yang mempercayakan diplomasi nuklirnya kepada komandan militer yang tidak berpengalaman dan tidak memahami masalah.

"Kim Jong-un tidak tahu banyak tentang hubungan internasional dan diplomasi, atau bagaimana membuat penilaian strategis," kata Ri. "Kali ini, kementerian luar negeri pasti akan mendapatkan kekuasaan dan mengambil alih, dan tidak akan mudah bagi Trump untuk mengikat tangan dan kaki Korut lagi selama empat tahun tanpa memberikan apapun," imbuh diplomat itu.

Batu Sandungan

Dengan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Russia, Korut bisa menerima bantuan dalam bidang teknologi misil dan ekonominya.

Namun manfaat yang lebih besar adalah dengan memblokir sanksi tambahan dan melemahkan sanksi yang sudah ada, kata Ri, seraya menambahkan bahwa hal ini akan meningkatkan daya tawar Pyongyang terhadap Washington DC.

"Russia melakukan tindakan kotor dengan melakukan transaksi gelap dan, berkat itu, Korut tidak perlu lagi bergantung pada AS untuk mencabut sanksi, yang pada dasarnya berarti mereka menghilangkan salah satu alat tawar-menawar utama AS," papar Ri.

Terkait dengan Tokyo, Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan dia ingin bertemu dengan Kim Jong-un, namun masalah warga negara Jepang yang diculik oleh Korut pada era 70-80-an telah lama menjadi batu sandungan.

Menurut Ri, Kim Jong-un akan berusaha mengadakan pertemuan puncak dengan Jepang, yang bertujuan untuk mendapatkan bantuan ekonomi sebagai imbalan atas konsesi mengenai masalah penculikan. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.