Kapal Penjaga Pantai Terbesar Tiongkok Buntuti Kapal Filipina

Jumat, 02 Agu 2024, 02:59 WIB

MANILA - Kapal penjaga pantai terbesar di dunia milik Tiongkok yang dikenal dengan sebutan "The Monster", sedang membuntuti kapal Filipina yang berukuran jauh lebih kecil di sebuah beting yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan (LTS) pada Kamis (1/8), demikian pantauan citra satelit menunjukkan.

Citra satelit dari perusahaan pencitraan bumi Planet Labs menunjukkan bahwa kapal Penjaga Pantai Tiongkok dengan nomor lambung CCG5901 yang merupakan kapal penjaga pantai terbesar di dunia, berada hanya 800 meter dari kapal Penjaga Pantai Filipina, BRP Teresa Magbanua, di Sabina Shoal, LTS

Ket. Foto: “The Monster” l Kapal Penjaga Pantai Tiongkok dengan nomor lambung CCG5901 yang juga dijuluki sebagai “The Monster” karena ukurannya yang amat besar, terpantau pihak Penjaga Pantai Filipina sedang berada tak jauh dari Sabina Shoal, LTS, Pada 17 Juli lalu. Filipina mencurigai bahwa kapal ini berada di Sabina Shoal untuk tujuan melakukan pembangunan pulau secara ilegal. — Sumber: Philippine Coast Guard

Sabina Shoal yang disebut oleh Filipina sebagai Escoda dan Xianbin Jiao oleh Tiongkok, merupakan bagian dari Kepulauan Spratly dan berada di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina. Beting ini jaraknya hanya 140 kilometer dari Pulau Palawan milik Filipina. ZEE merupakan zona yang memberikan akses eksklusif kepada negara pesisir terhadap sumber daya alam di perairan dan dasar laut.

Juru bicara Filipina saat berita ini ditulis pada Kamis malam belum mengeluarkan pernyataan terkait situasi di Sabina Shoal ini. Sedangkan Penjaga Pantai Filipina menyatakan bahwa kapal "The Monster" berada di Sabina Shoal sejak Rabu (31/7) pagi.

"Kami mendapat laporan bahwa 'The Monster' sejak pekan lalu berada di Sabina Shoal tak jauh dari BRP Teresa Magbanua," kata Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela.

Kapal Penjaga Pantai Filipina dan Tiongkok telah berbulan-bulan terlibat dalam konfrontasi yang menegangkan di fitur lain yang disengketakan yaitu Second Thomas Shoal yang lokasinya sekitar 60 kilometer di sebelah barat, yang menyebabkan kekhawatiran akan memicu konflik antara Tiongkok dan sekutu Filipina yaitu Amerika Serikat (AS).

Kapal BRP Teresa Magbanua berada di lokasi ini sejak April lalu untuk memantau area Sabina Shoal setelah adanya kecurigaan bahwa Tiongkok mungkin telah berusaha untuk merebut kembali fitur ini. Sedangkan Kapal Penjaga Pantai CCG5901 milik Tiongkok telah berada di sekitar kepulauan itu sejak awal Juli untuk melakukan apa yang disebut Tiongkok sebagai kegiatan penegakan hukum yang sah namun dianggap oleh Filipina sebagai tindak intimidasi.

Operasi yang Dibenarkan

Sementara itu juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Zhang Xiaogang, bulan lalu mengatakan bahwa operasi kapal tersebut sah dan dapat dibenarkan. Zhang justru menuduh pasukan Penjaga Pantai Filipina telah melanggar kedaulatan Tiongkok dengan mencoba memindahkan personel dan pasokan ke kapal penjaga pantai yang ditempatkan secara ilegal di Sabina Shoal di LTS. "Filipina harus segera menarik personel dan kapalnya," ucap Zhang.

Filipina mengabaikan permintaan tersebut. Selain BRP Teresa Magbanua, dua kapal penjaga pantai lainnya juga telah dikerahkan di daerah tersebut secara bergilir untuk memantau aktivitas Tiongkok.

Pada Mei lalu, Filipina mengatakan bahwa Tiongkok mungkin melakukan pembangunan pulau secara ilegal di Sabina Shoal. Juru bicara Tarriela mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa karang-karang yang dihancurkan telah dibuang ke Sabina Shoal yang bisa menjadi langkah pertama dalam reklamasi lahan. Ia juga mengatakan bahwa sangat mungkin fitur-fitur maritim itu telah diubah.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menepis tuduhan tersebut dan menyatakan tudingan Manila sebagai rumor yang tidak berdasar dan jujur. RFA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.